PALU – Anggota DPR RI Longki Djanggola berharap Pemerintah Kota Palu dapat merealisasikan pembangunan permanen Jembatan Maesa–Nunu sebelum berakhirnya masa jabatan Wali Kota Hadianto Rasyid pada 2029.
Harapan tersebut disampaikan Longki saat menghadiri kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Rumah Gadang, Kelurahan Talise, Kota Palu, Sabtu sore (16/5/2026).
Menurut mantan Gubernur Sulawesi Tengah itu, keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Maesa dan Nunu dinilai sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan Kota Palu saat ini.
“Di masa Wali Kota Hidayat, Kota Palu bisa membangun Jembatan Lalove. Saya yakin Wali Kota Palu sekarang juga mampu membangun Jembatan Maesa–Nunu menjadi jembatan permanen, meskipun hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua,” ujar Longki di hadapan peserta Kundapil.
Ia menilai pembangunan jembatan permanen penting dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Kota Palu yang semakin padat kendaraan.
“Sekarang kendaraan sudah semakin banyak, Kota Palu mulai macet. Sudah saatnya ada penambahan infrastruktur jembatan untuk mendukung akses masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palu Rico Djanggola mengatakan aspirasi warga terkait pembangunan jembatan tersebut akan diteruskan kepada instansi terkait maupun kepada Wali Kota Palu.
“Permintaan masyarakat ini tentu akan kami sampaikan dan perjuangkan agar bisa menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, aspirasi itu disampaikan Rudi, warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Besusu Timur. Ia menilai jembatan gantung Maesa–Nunu sudah tidak layak dipertahankan karena sering mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar.
“Dulu jembatan gantung dibangun di masa Wali Kota Rusdy Mastura karena kondisi anggaran Pemkot Palu masih terbatas. Sekarang seharusnya sudah bisa dibangun jembatan permanen, walaupun hanya untuk roda dua,” ujarnya.
Menurut Rudi, kondisi jembatan gantung saat ini juga membuat masyarakat kurang nyaman ketika melintas.
“Baru diperbaiki, rusak lagi. Tambal sana-sini terus. Kalau dilewati juga bergoyang-goyang. Jadi masyarakat berharap ada pembangunan jembatan yang permanen dan lebih aman,” kata Rudi.
Warga berharap melalui kegiatan Kundapil tersebut, aspirasi pembangunan Jembatan Maesa–Nunu dapat diperjuangkan demi peningkatan infrastruktur dan kenyamanan masyarakat Kota Palu.

