PALU – Anggota DPR RI Longki Djanggola menyebut program Koperasi Merah Putih di Kota Palu mulai berjalan dan sejumlah gerai telah beroperasi di beberapa wilayah kelurahan.
Hal itu disampaikan Longki saat menghadiri kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Rumah Gadang, Kelurahan Talise, Sabtu sore (16/5/2026).
Menurut mantan Gubernur Sulawesi Tengah itu, pemerintah masih terus melakukan sosialisasi sekaligus pembangunan dan penguatan gerai Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah Kota Palu.
“Koperasi Merah Putih ini dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM dan ibu rumah tangga,” ujar Longki.
Ia menjelaskan koperasi tersebut juga diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penjualan barang dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
“Barang yang dijual di gerai Koperasi Merah Putih jauh lebih murah dibanding harga pasar. Jadi masyarakat maupun pelaku UMKM silakan berbelanja di sana karena harganya lebih terjangkau,” katanya.
Longki mengatakan gerai koperasi nantinya menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gas LPG, hingga sembako lainnya. Bahkan ke depan, koperasi juga akan menjual beras dari Bulog dengan harga yang dinilai lebih kompetitif.
“Kalau UMKM bisa mendapatkan keuntungan dengan berbelanja di Koperasi Merah Putih, kenapa tidak bekerja sama di sana. Prinsipnya saling menguntungkan,” ujarnya.
Ia menambahkan sejumlah gerai Koperasi Merah Putih di Kota Palu telah mulai beroperasi meski pembangunan fasilitasnya belum sepenuhnya rampung.
“Di Besusu Tengah sudah mulai beroperasi koperasi merah putih, di sana ada penjualan beras dan minyak goreng. Di Kayumalue sudah ada penjualan beras dan gas, sementara di Kabonena juga sudah mulai menjual beras. Silakan masyarakat berkunjung,” jelasnya.
Namun demikian, Longki menegaskan seluruh transaksi di Koperasi Merah Putih menerapkan sistem cash and carry atau pembayaran tunai tanpa utang piutang.
“Di koperasi ini semuanya harus tunai, tidak boleh utang. Termasuk saat mengambil barang di Bulog maupun Pertamina semuanya dibayar cash. Jadi UMKM yang ingin mengambil barang di koperasi juga harus membayar tunai,” tegasnya.
Menurutnya, sistem pembayaran tunai tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas operasional koperasi di seluruh wilayah.

