PT IMIP Group Kembali Salurkan Bantuan Alkes kepada Pemkab Morowali

oleh -55 Kali Dilihat
Kadis kesehatan Kabupaten Morowali Ashar Ma'ruf saat menerima bantuan Alkes dari PT IMIP Group. FOTO: IST

MOROWALI – Sejumlah perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyalurkan bantuan kepada pemerintah kabupaten morowali berupa dukungan alat kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah tersebut.

Bantuan berupa alat medis yang berhubungan dengan respirasi tersebut merupakan bagian dari dukungan yang telah disalurkan sebelumnya sebagai realisasi komitmen kawasan industri PT IMIP terhadap penanggulangan dampak Covid-19 di kabupaten morowali.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ashar Ma’ruf, mewakili Pemerintah Kabupaten Morowali. Seluruh bantuan tersebut disimpan dan diterima di gudang farmasi dan alat kesehatan milik pemerintah di Bungku kota.

“Bantuan ini merupakan wujud komitmen dari manajemen PT IMIP dan semua perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan industri kami,” kata Koordinator Satgas Covid-19 PT IMIP, J.P. Agung Nugroho mewakili manajemen PT IMIP Jum’at (17/09/2021).

Kadis Kesehatan, Ashar.M.Ma’ruf mengatakan, pihaknya sangat respek atas sikap dari manajemen PT IMIP beserta seluruh perusahaan asal Tiongkok di dalam kawasan yang sudah berulang kali memberikan bantuan terkait penanganan Covid-19 khususnya di kabupaten Morowali.

“Bantuan ini merupakan bukti komitmen perusahaan untuk bersama kami selalu pemerintah menangani penyebaran covid-19” kata Ashar.

Mengenai pendistribusian bantuan alat kesehatan tersebut ke rumah sakit dan puskesmas, sepenuhnya dilakukan oleh Dinas kesehatan Morowali.

Adapun alat kesehatan yang disalurkan yakni oxygen consentrat 5L BF-5A, oxygen consentrat 10 L ND-ZY10QW, fingertip pulse oxymeter, HFNC Trolley dan respiratory humidifer accesories.

Manajenen PT IMIP berharap, bantuan ini akan semakin meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan khususnya di Kabupaten Morowali untuk mengendalikan dampak pandemi Covid-19.(*)