SIGI, MAL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Hiswana Migas DPC VII menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Kabupaten Sigi, Kamis (18/6). Penyaluran ini merespons kebutuhan dasar masyarakat pasca bencana.

Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dan energi sehari-hari.

Untuk mendukung masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Hiswana Migas DPC VII menyalurkan 1.000 paket sembako, LPG, dan kompor. Bantuan ini diharapkan meringankan beban kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat.

Made Bilan Asasia Binov, Sales Branch Manager I Fuel Sulawesi Tengah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, mengatakan, bantuan itu menunjukkan peran Pertamina dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat bencana.

“Pertamina turut prihatin atas musibah gempa bumi di Kabupaten Sigi. Dengan Hiswana Migas DPC VII, kami salurkan kebutuhan pokok dan energi untuk aktivitas sehari-hari. Kami harap bantuan ini meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan pascabencana,” kata Made Bilan Asasia Binov.

Selain bantuan, perusahaan juga memantau penyaluran energi di wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menjelaskan, kehadiran Pertamina dalam situasi bencana adalah upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Pada kondisi bencana, kebutuhan pangan dan energi sangat penting. Pertamina menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Kami berterima kasih atas dukungan Hiswana Migas DPC VII sehingga bantuan ini cepat tersalurkan,” ujar Lilik Hardiyanto.

Bantuan tanggap bencana ini termasuk dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan, serta menciptakan permukiman berkelanjutan. Pertamina mendukung pemulihan sosial masyarakat dan ketahanan komunitas menghadapi situasi darurat. ***