PALU – Universitas Tadulako (Untad) menegaskan komitmen terhadap pendidikan tanpa sekat dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar melalui upacara bendera di lapangan kampus, Senin (4/5).

Upacara tersebut diikuti jajaran pimpinan dan civitas akademika dengan mengenakan busana adat Nusantara, mencerminkan keberagaman sebagai bagian dari nilai inklusivitas pendidikan.

Rektor Untad, Prof. Amar, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses pendidikan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

“Tidak boleh ada yang tertinggal dalam mengakses pendidikan tinggi. Kami terus mendorong berbagai program, termasuk beasiswa dan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan tanpa sekat tidak hanya menyangkut akses, tetapi juga bagaimana kampus mampu menciptakan lingkungan yang inklusif serta mendorong kolaborasi lintas latar belakang.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat melalui riset yang berdampak. Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum bagi Untad untuk memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” tandas Rektor.