Makassar — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan, hingga Kamis (22/01), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di sekitar lokasi puncak dan total sembilan pack body part di area pencarian, tidak jauh dari titik ditemukannya bagian ekor pesawat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa istilah body part, dimaksud dalam laporan lapangan tidak hanya merujuk pada bagian tubuh korban, tetapi juga bagian dari pesawat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa sejak pagi hari, operasi difokuskan pada penyisiran intensif sektor puncak dan area sekitarnya dengan mengerahkan unsur darat maupun udara.
“Sejak pukul 07.53 WITA, empat personel tim puncak melakukan penyisiran di sisi kiri line, di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter Caracal untuk memperluas cakupan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat,” ujar Andi Sultan.
Ia menambahkan, pada pukul 09.22 hingga 10.11 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di titik koordinat saling berdekatan. Satu paket berhasil diangkat dari kedalaman jurang sedalam 350 meter ke atas puncak Pegunungan Bulusaraung.
“Satu paket bersama dengan tim SAR gabungan. Masih ada lima paket lagi yang di evakuasi. Ketika ditemukan jarak ditemukan masing – masing paket sejauh 50 meter, di tempat di mana tidak ada serpihannya,” tambahnya.
Selain itu, sejumlah SRU dikerahkan ke masing-masing sektor pencarian dengan kekuatan personel bervariasi, sebelum akhirnya seluruh unsur diarahkan menuju lokasi penemuan korban berdasarkan titik koordinat telah dipastikan.
Upaya dukungan udara pagi tadi, kembali dilakukan menggunakan helikopter Bell 429 untuk rencana dropping personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan dan helikopter kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin akibat kondisi cuaca di lokasi tidak memungkinkan.
“Medan sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca cepat berubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan,” tegas Andi Sultan.
Operasi SAR masih terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan dinamika lapangan. Tim SAR gabungan berkomitmen terus melakukan upaya terbaik dalam rangka pencarian dan evakuasi korban.***

