Kasus Korupsi Wisma Donggala, Terdakwa Dituntut 2 Tahun Penjara

oleh
Abdul Rahim saat mendengarkan pembacaan tuntutan di pengadilan Tipikor, PN Palu Selasa (8/8). (Foto: MAL/IKRAM)

PALU- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 2 tahun kepada Abdul Rahim, PHL Bagian Perlum Donggala, terdakwa kasus dugaan korupsi senilai Rp162 juta pengelolaan Dana Wisma Donggala.

“Selain pidana penjara, terdakwa membayar denda Rp 50 juta, subsidair 3 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp 120 juta, subsidair 1 tahun penjara,” amar tuntutan dibacakan JPU Nano Sugiatno, pada sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ernawati Anwar, di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Palu, Selasa (8/8).

Nano Sugiatno mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Usai membacakan, tuntutanya Ketua Majelis Hakim Ernawati Anwar memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan pada sidang mendatang.

Arif Sulaiman selaku penasehat hukum terdakwa, meminta waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan.

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa, disebutkan terdakwa dalam melakukan penarikan dana di Bank, tanpa sepengetahuan Kabag dan Bendahara selaku pemilik spesimen rekening.

Penggunaan anggaranya Rp97 juta lebih dan dana pendapatan Wisma Donggala tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp64 juta lebih.

Total kerugian negara ditimbulkan dari perbuatan terdakwa Rp 162 juta.(IKRAM)