PALU, MAL — Bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, KH Abdussalam Shohib, mengklaim telah mendapat komitmen dukungan dari sekitar 325 pengurus cabang NU menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Klaim tersebut disampaikan KH Abdussalam saat jumpa pers dan silaturahmi bersama PWNU Sulawesi Tengah dan PWNU Sulawesi Barat di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (10/8) malam.

Abdussalam mengatakan, dukungan tersebut diperoleh setelah dirinya melakukan konsolidasi dan silaturahmi ke berbagai daerah.

“Sampai hari ini, ada sekitar 325 yang sudah komitmen dengan kami. Tentu ini terus harus kita rawat sampai benar-benar nanti di Muktamar mereka mempercayakan itu kepada kami,” kata KH Abdussalam Shohib.

Ia menyebut telah mengunjungi 29 provinsi dan bertemu sekitar 450 pengurus cabang NU dalam rangka menyampaikan gagasan dan visi kepemimpinannya.

Menurutnya, konsolidasi tersebut bukan semata untuk menggalang dukungan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengurus NU di daerah untuk mengenal secara langsung gagasan yang ditawarkan.

“Kami punya ikhtiar untuk ikut berkhidmat di NU, menjadi Ketua Umum PBNU di Muktamar yang akan datang. Kami menyampaikan gagasan kepada para PCNU agar mereka benar-benar tahu seperti apa gaya kepemimpinan yang saya tawarkan,” ujarnya.

Abdussalam menawarkan transformasi NU melalui pembenahan administrasi dan tata kelola organisasi, sekaligus penguatan integritas serta marwah NU.

Ia juga menempatkan rekonsiliasi sebagai agenda penting apabila dipercaya memimpin PBNU. Menurutnya, konflik internal yang berlangsung hampir dua tahun terakhir telah membuat energi organisasi tersita dan berpotensi menurunkan kepercayaan umat.

“NU dilanda konflik yang tidak produktif. Itu cenderung menurunkan trust atau kepercayaan umat kepada Nahdlatul Ulama dan membuat banyak energi terbuang sia-sia,” katanya.

Mengenai dukungan yang telah diklaimnya, Abdussalam menegaskan proses konsolidasi masih terus berjalan. Ia berharap komitmen yang telah diberikan tetap terjaga hingga pelaksanaan Muktamar.

“Tentu ini terus harus kita rawat sampai benar-benar nanti di Muktamar mereka mempercayakan itu kepada kami,” pungkasnya.