PALU, MAL — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Sulawesi Tengah, Fahmi Najib Balcher, menilai KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Fahmi menilai Gus Salam memiliki kapasitas dan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan NU untuk menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, Gus Salam juga memiliki visi besar untuk memajukan NU sekaligus memperkuat peran pesantren dan organisasi dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat.

“Di tengah laju perubahan zaman, sosok kiai muda seperti Gus Salam memiliki kapasitas dan kemampuan memimpin yang sangat dibutuhkan NU hari ini. Beliau juga memiliki visi besar untuk membawa NU lebih maju,” kata Fahmi, Rabu (12/8) siang.

Fahmi yang juga pernah menjabat Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sigi periode 2017–2022 itu mengatakan, Gus Salam merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. Ia juga merupakan cucu KH Bisri Syansuri, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama.

Menurut Fahmi, Gus Salam membawa sejumlah gagasan dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU. Gagasan tersebut antara lain rekonsiliasi organisasi, perbaikan hubungan dan harmoni internal, serta penguatan peran pesantren sebagai bagian penting dari ekosistem NU.

Gus Salam, kata Fahmi, juga menekankan pentingnya mengembalikan orientasi PBNU pada khidmat dan pengabdian kepada umat. Ia mendorong penghentian praktik penyanderaan Surat Keputusan (SK) serta penguatan tata kelola organisasi agar lebih transparan dan profesional.

Selain pembenahan internal, Gus Salam juga ingin memperluas peran NU di tingkat nasional dan internasional. Fahmi menilai NU memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan global serta mengambil bagian dalam upaya membangun peradaban.

Fahmi menilai gagasan tersebut relevan dengan kebutuhan NU saat ini. Menurutnya, Gus Salam memiliki modal kepemimpinan yang kuat untuk membawa PBNU menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“PBNU membutuhkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi beradaptasi dan memberikan dampak besar bagi perubahan serta peradaban zaman,” pungkasnya.