Kadinsos Sebut Pentingnya Reintegrasi Sosial Pascabencana

oleh
Pembukaan Pertemuan Tematik FKSBM, di Masjid Al-Abrar, Kompleks Kantor Dinsos Provinsi Sulteng, baru-baru ini. (FOTO: IWANLAKI)

PALU – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Sulawesi Tengah, Ridwan Mumu, mengatakan, salah satu upaya penanganan bencana sosial adalah proses reintegrasi sosial dengan masyarakat.

Hal itu dikemukakannya saat membuka Pertemuan Tematik Forum Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat (FKSBM), di Masjid Al-Abrar, Kompleks Kantor Dinsos Provinsi Sulteng, baru-baru ini.

Menurutnya, reintegrasi sosial merupakan proses pembauran, penyatuan dan pemulihan kembali kehidupan para korban bencana ke dalam struktur masyarakat, sebagaimana kehidupannya semula.

“Pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan dapat terwujud jika telah terjadi proses penerimaan masyarakat tanpa diskriminasi,” jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk mencapai hal tersebut, perlu strategi pemantapan dan pemeliharaan pasca penyelesaian masalah, dengan mempercepat terlaksananya reintegrasi dengan memperkokoh keserasian sosial di tengah masyarakat, khususnya yang dipandang rawan bencana sosial.

“Hakikat keserasian sosial adalah membangun, memantapkan, mengembangkan, dan memelihara kembali kehidupan bersama di antara masyarakat dalam ikatan persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas sosial,” urainya.

Menurutnya, penguatan kegiatan keserasian sosial itu melindungi dan memulihkan masyarakat dari hak-hak dan masaalah yang melingkupinya.

Selain itu, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam penanganan masalah dan menguatnya keswadayaan dan modal sosial (social capital) masyarakat.

Ridwan berharap, kegiatan itu memberikan hasil yang optimal yang mencakup kebersamaan warga melalui gotong royong, meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya kewaspadaan terhadap konflik dan gerakan teror, serta meningkatnya pemahaman warga dalam upaya pencegahan konflik dan terbentuknya komitmen menjaga perdamaian, persatuan dan kebersamaan melalui pembangunan tugu keserasian sosial.

Pada kesempatan itu, Ridwan Mumu juga meresmikan pembangunan lantai II Masjid Al-Abrar Forum Keserasian Sosial melalui bantuan Keserasian Sosial Tahun 2020.

Ketua pembangunan Masjid Al-Abrar yang juga Ketua Pengurus Keserasian Sosial Al-Abrar, H. Muhammad Rusdi, Senin (10/08), mengatakan, pembiayaan  pembangunan lantai II Masjid Al-Abrar untuk pekerjaan fisik telah menghabiskan dana Rp100 juta.

Sementara untuk pekerjaan non fisik, kata dia, telah menghabiskan dana Rp35 juta, pembuatan tugu keserasian sosial sebesar Rp5 juta dan operasional forum sebesar Rp10 juta.

“Jadi total dana  yang telah digunakan untuk pembangunan lantai II Masjid Al-Abrar ini adalah senilai Rp250 juta,” tutupnya.

Reporter : Iwanlaki
Editor : Rifay

Iklan-Paramitha