PARIMO – Banjir setinggi sekitar 50 sentimeter merendam jalur Trans Sulawesi di Dusun Palasari, Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), sekitar pukul 15.00 WITA, Senin (4/5).

Genangan air yang menutup badan jalan tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat, sehingga aparat kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup untuk mengatur kendaraan yang melintas.

Banjir terjadi setelah Sungai Uwetua meluap akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan. Meski demikian, jalur utama penghubung antarwilayah tersebut tidak lumpuh total dan masih dapat dilalui secara bergantian.

Kapolsek Sausu, IPTU Yakobus Mangopo, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa.

“Arus lalu lintas masih bisa dilalui, namun harus bergantian demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Kondisi tersebut sempat memicu antrean kendaraan di kedua arah jalur Trans Sulawesi yang merupakan akses vital di wilayah tersebut. Sistem buka-tutup diterapkan untuk mengurai kepadatan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga mengantisipasi potensi dampak lanjutan, termasuk kemungkinan banjir susulan jika curah hujan kembali meningkat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.

“Jika hujan kembali turun dalam durasi lama, tidak menutup kemungkinan terjadi banjir susulan. Kami minta warga tetap siaga,” kata Yakobus.

Hingga pukul 15.27 WITA, hujan dilaporkan telah reda. Namun, arus lalu lintas masih mengalami antrean akibat sistem buka-tutup, sementara aparat terus melakukan pemantauan di lokasi.*