PALU – Sebanyak 459 ton durian asal Sulawesi Tengah resmi diekspor ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di PT Duco Food Indonesia, Kota Palu, Kamis (16/04), menjadi langkah penting dalam penguatan sektor pertanian daerah.
Ekspor ini menandai semakin terbukanya akses pasar internasional bagi komoditas durian Sulawesi Tengah. Selama ini dikenal sebagai daerah berbasis pertambangan, Sulteng mulai menunjukkan potensi besar dari sektor agraris, khususnya komoditas hortikultura.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan durian sebagai salah satu komoditas unggulan.
“Kami pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, akan berusaha semaksimal mungkin supaya durian ini menjadi ikon baru bagi Sulawesi Tengah,” tegas Anwar Hafid.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari upaya memperluas basis ekonomi daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor tambang.
“Selama ini Sulawesi Tengah hanya dikenal karena tambangnya, tapi sekarang juga akan dikenal sebagai daerah penghasil durian terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Selain durian, komoditas lain seperti kelapa dan hasil pertanian turut menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
“Kita ingin ke depan, Sulteng Nambaso, Sulawesi Tengah lebih dikenal dengan durian, kelapa, dan hasil pertanian lainnya,” lanjutnya.
Dalam konteks itu, pemerintah daerah mendorong program BERANI Panen Raya sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.
“BERANI Panen Raya adalah program yang akan memayungi semua langkah besar ini,” kata Anwar.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kemudahan perizinan serta dukungan lintas sektor guna mempercepat pengembangan industri pertanian, termasuk ekspor.
“Saya sudah berbicara dengan Kepala Badan Karantina dan seluruh stakeholder, tidak boleh ada yang mempersulit perizinan apa pun, karena ini adalah lokomotif baru Sulawesi Tengah,” tandasnya.
Ekspor perdana dalam skala besar ini diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan produksi durian lokal, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani di Sulawesi Tengah. Durian kini tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pertanian.**

