PALU, MAL – Penanganan pasien stroke di Kota Palu kini semakin siap dengan dukungan fasilitas, tenaga medis, hingga terapi khusus di rumah sakit. Namun, keberhasilan pengobatan masih sangat bergantung pada kecepatan pasien mendapatkan pertolongan medis, yakni dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Pesan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dengan perwakilan Angels Initiative di ruang kerjanya, Kamis (30/7).
Pertemuan membahas penguatan sistem layanan stroke sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak terlambat membawa pasien ke rumah sakit.
Konsultan Pelayanan Stroke Rumah Sakit wilayah Kalimantan dan Sulawesi, dr. Fransiska Kristina, mengatakan fasilitas layanan stroke di Kota Palu telah mengalami penguatan yang signifikan. Menurutnya, rumah sakit di Kota Palu kini didukung tenaga kesehatan, sarana, serta obat-obatan yang memadai untuk memberikan penanganan optimal.
“Tantangan kami saat ini bukan lagi kesiapan rumah sakit, tetapi banyak pasien yang datang setelah melewati waktu penanganan ideal. Kami berharap masyarakat segera datang ke rumah sakit ketika muncul gejala stroke. Penanganan terbaik dapat diberikan apabila pasien tiba dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul,” ujar dr. Fransiska.
Ia menjelaskan, gejala stroke yang harus dikenali masyarakat antara lain kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau tidak jelas, serta mulut tampak mencong. Jika gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa menunggu kondisi membaik.
Saat ini, RSUD Anutapura Palu dan RSUD Undata telah mampu memberikan terapi trombolisis, yaitu terapi untuk melarutkan sumbatan pada pembuluh darah otak sehingga dapat menurunkan risiko kecacatan apabila diberikan dalam periode emas penanganan. Seluruh biaya terapi, termasuk obat trombolisis, juga telah dijamin melalui BPJS Kesehatan.
Urgensi penanganan stroke menjadi perhatian mengingat penyakit tersebut masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Kota Palu. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah yang dikutip dalam penelitian Universitas Tadulako mencatat Kota Palu memiliki 316 kasus stroke, dengan RSUD Anutapura menjadi salah satu rumah sakit yang menangani jumlah pasien stroke tertinggi di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyatakan Pemerintah Kota Palu mendukung berbagai upaya penguatan layanan stroke melalui kolaborasi dengan rumah sakit dan mitra kesehatan.
Menurut Imelda, sinergi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan medis, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat agar lebih cepat mengenali gejala stroke dan segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan.
Melalui penguatan sistem layanan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan dini, angka kecacatan maupun kematian akibat stroke di Kota Palu diharapkan dapat terus ditekan. ***
