PALU, MAL – Anak didik Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu (PAUD IT) Asyifa kini antusias belajar Budaya Kaili Digital PAUD melalui program pembelajaran yang inovatif. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan STMIK Adhi Guna serta mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertema “Penerapan Teknologi Informasi dalam Mengembangkan Konten Edukasi Digital Berbasis Budaya Lokal untuk Anak didik PAUD IT Asyifa”. Ini menunjukkan komitmen untuk memadukan teknologi dan pelestarian budaya sejak dini bagi anak-anak di Palu.

Tim pengabdian dari STMIK Adhi Guna secara aktif menggandeng guru dan orang tua PAUD IT Asyifa dalam pengembangan modul pembelajaran digital dan aplikasi edukasi. Konten pembelajaran dirancang menarik dengan kearifan lokal, memastikan anak-anak dapat belajar sambil mengenal bahasa dan Budaya Kaili Digital PAUD.

“Kami ingin anak-anak mencintai budaya sendiri sejak dini sekaligus melek teknologi. Aplikasi ini menjadi jembatan antara pembelajaran modern dan pelestarian kearifan lokal,” kata Kepala PAUD IT Asyifa saat peluncuran program.

Dengan adanya media pembelajaran inovatif ini, guru merasa lebih mudah dalam menyampaikan materi, dan anak-anak pun semakin antusias mengikuti kegiatan belajar tentang Budaya Kaili Digital PAUD. Orang tua juga mendapatkan pelatihan singkat agar pembelajaran digital dapat diteruskan di rumah.

Ke depan, program ini direncanakan akan diperluas ke PAUD lain di Kota Palu dan seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Tim pengabdian STMIK Adhi Guna juga memiliki rencana untuk mempublikasikan hasil kegiatan ke jurnal ilmiah nasional serta mengajukan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk modul dan aplikasi yang telah dikembangkan dalam mendukung Budaya Kaili Digital PAUD.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta kolaborasi erat antara PAUD IT Asyifa dan STMIK Adhi Guna, program ini diharapkan menjadi model nasional pembelajaran digital berbasis budaya lokal. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi digital anak, tetapi juga turut menjaga kekayaan budaya Indonesia. ***