BANDUNG, MAL – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sedang menjalani perbaikan rumput menjelang pertandingan penting Persib Bandung melawan Manila Digger FC dalam babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027.
Laga yang semula dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 kini diundur menjadi Senin, 31 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, memberi waktu tambahan bagi proses pemulihan lapangan di GBLA.
Perubahan jadwal ini memberikan kesempatan sekitar dua pekan lebih bagi pengelola untuk memastikan perbaikan rumput GBLA selesai dan lapangan mencapai kondisi optimal. Manajemen Persib menyambut baik penundaan tersebut karena dinilai menguntungkan proses pemulihan.
Perbaikan rumput GBLA tidak dilakukan dengan mengganti seluruh permukaan lapangan. Metode yang diterapkan oleh kontraktor adalah perbaikan bagian demi bagian yang rusak.
Pekerjaan meliputi teknik sodding atau penggantian rumput per bagian, pemotongan rumput secara tipis, top dressing untuk meratakan permukaan dan memperbaiki media tanam, pemupukan, serta aplikasi bahan pendukung untuk mempercepat pertumbuhan rumput.
“Kami itu tidak mengerjakan (perbaikan) sendiri, kami pakai kontraktor. Kontraktornya juga berdasarkan hasil tender, jadi ada beberapa kontraktor, visit, tender dan kita pilih si X, kita belum bisa sebut,” kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, pada 5 Agustus 2026, menjelaskan mekanisme perbaikan.
Adhitia menambahkan bahwa pekerjaan utama perbaikan rumput GBLA ditargetkan selesai pada 12–14 Agustus 2026. “Jadwal pengerjaannya itu seharusnya di tanggal 12-14 sudah selesai pengerjaannya tinggal menunggu rumputnya tumbuh merata menyeluruh ke seluruh stadion. Dan alhamdulillah kita (playoff) mundur ke 31, jadi bisa nunggu sampai rumputnya itu nyaman,” ujarnya.
Manajemen Persib juga menyatakan progres pekerjaan perbaikan rumput berada pada jalur yang diharapkan. “Progresnya on track dan saya cek oke, mudah-mudahan sebelum 31 (Agustus) siap untuk playoff,” tutur Adhitia, menandakan optimisme namun juga harapan akan kesiapan final.
Sementara itu, pihak pengelola stadion GBLA menegaskan bahwa “Setiap langkah perbaikan yang kini tengah dilakukan pihak kontraktor/vendor rumput sudah berdasarkan kajian teknis,” memastikan bahwa metode perbaikan dipilih sesuai kondisi lapangan aktual.
Untuk bisa digunakan dalam kompetisi internasional, stadion harus memenuhi persyaratan ketat dari Asian Football Confederation (AFC), termasuk AFC Stadium Regulations Edition 2026.
Lapangan pertandingan di GBLA wajib rata, halus, berwarna hijau, bebas dari kondisi berbahaya, serta menggunakan permukaan alami, hibrida, atau sintetis yang bersertifikat sesuai ketentuan AFC. AFC berwenang melakukan inspeksi sebelum dan selama kompetisi berlangsung.
Ketinggian rumput juga menjadi perhatian dalam manual operasional AFC, yang menyebut kisaran 20–30 milimeter sebagai pedoman, bergantung pada jenis rumput dan iklim. Namun, aspek lain seperti kerataan, kepadatan, drainase, daya cengkeram, kecepatan bola, dan kekuatan akar juga diperiksa untuk memastikan keamanan dan kelancaran pertandingan.
Metode perbaikan parsial dipilih karena penggantian seluruh rumput membutuhkan waktu lebih lama dan mungkin tidak rampung sebelum 31 Agustus. Meskipun cara ini lebih cepat, tantangan yang mungkin timbul meliputi perbedaan warna dan tingkat pertumbuhan antara rumput lama dan baru, serta risiko area tambalan belum sepenuhnya menyatu.
Sisa waktu sekitar 17 hari dari estimasi penyelesaian pekerjaan utama hingga pertandingan diharapkan cukup untuk pertumbuhan rumput yang merata.
Namun, kecukupan waktu tersebut sangat bergantung pada berbagai faktor seperti jenis rumput, kondisi cuaca, intensitas sinar matahari, sistem irigasi, kualitas sodding, serta beban pemakaian lapangan.
Tambahan waktu memang merupakan faktor positif, tetapi bukan jaminan otomatis bahwa lapangan akan lolos inspeksi final AFC tanpa kendala.
Jika perbaikan rumput GBLA tidak memenuhi standar yang ditetapkan, Persib Bandung berpotensi menghadapi kewajiban untuk mencari stadion alternatif atau bertanding di venue netral, sebagaimana diatur dalam regulasi kompetisi ACL Two.
Hal ini tentu akan mengurangi keuntungan sebagai tuan rumah dan berdampak pada logistik serta pendapatan klub.
Dengan progres perbaikan yang dinyatakan “on track” dan tambahan waktu pemulihan, GBLA berpeluang besar untuk menjadi venue laga Persib vs Manila Digger.
Namun, status kesiapan final GBLA belum dapat disimpulkan hanya dari jadwal pengerjaan; pemeriksaan teknis dan verifikasi akhir dari AFC tetap menjadi penentu utama apakah stadion akan dinyatakan layak sepenuhnya untuk pertandingan internasional tersebut.
