PALU, MAL – Madrasah Aliyah (MA) Alkhairaat Pusat Palu turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan menggelar upacara bendera dan pagelaran aksi serta budaya.
Kegiatan ini berlangsung khidmat di Halaman Kompleks Alkhairaat Palu, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Upacara yang menjadi inti perayaan HUT ke-81 RI tersebut dibina langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Sayid Mochsen Al Idrus.
Setelah upacara selesai, suasana meriah semakin terasa dengan penampilan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari sejumlah sekolah di lingkungan Alkhairaat.
Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah Parade Busana Adat Nusantara yang diselenggarakan oleh MA Alkhairaat Pusat Palu.
Parade ini merupakan bagian dari rangkaian Devile Bhinneka Tunggal Ika, di mana para siswa dengan bangga mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari ujung Sabang hingga Merauke.
Barisan pembawa bendera dari masing-masing ekstrakurikuler MA Alkhairaat Pusat Palu mengawali parade tersebut. Siswa-siswi juga memperkenalkan busana adat Kaili, sebuah representasi budaya lokal Sulawesi Tengah yang kaya akan makna.
Dalam kesempatan Parade Busana Adat Nusantara ini, turut diperkenalkan Duta Lingkungan MA Alkhairaat Pusat Palu periode 2025/2026.
Fairul Diaul Haq dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Putra, sementara Aira terpilih sebagai Duta Lingkungan Putri. Pemilihan duta ini menjadi bagian penting dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tahun pelajaran 2025/2026.
Parade Busana Adat Nusantara ini secara jelas menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. Perbedaan warna, bentuk, dan filosofi dari setiap busana adat yang ditampilkan menunjukkan bahwa keragaman adalah salah satu kekuatan fundamental bangsa Indonesia.
Selain parade busana, MA Alkhairaat Pusat Palu juga menyuguhkan Pagelaran Aksi dan Budaya. Pagelaran ini melibatkan siswa dari berbagai ekstrakurikuler, termasuk Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), PIK-R, Sanggar Seni, Lembaga Pers Siswa, serta Persatuan Olahraga.
Kegiatan ini merupakan perpaduan harmonis antara kreativitas, seni budaya, informasi remaja, ketangkasan, dan semangat kebangsaan.
Setiap penampilan dalam pagelaran ini membawa karakter dan pesan unik dari masing-masing ekstrakurikuler, memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan bakat.
Lebih dari itu, mereka juga belajar nilai-nilai penting seperti kepedulian, keberanian, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui acara MA Alkhairaat Palu HUT RI ini.
Sejumlah seni dan budaya Nusantara diperkenalkan dalam pagelaran tersebut. Di antaranya adalah tradisi Neaju masyarakat Kaili yang berkaitan dengan penyambutan tamu kehormatan dan ungkapan syukur, Tari Saman dari masyarakat Gayo, Aceh, yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kekompakan, serta Tari Kecak dari Bali yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan.
Dari bidang olahraga, Persatuan Olahraga Siswa MA Alkhairaat Pusat Palu memperkenalkan cabang pencak silat dan taekwondo. Kedua cabang olahraga ini telah berhasil menorehkan berbagai prestasi dalam kejuaraan tingkat daerah maupun nasional, menunjukkan potensi siswa-siswi Alkhairaat.
Kegiatan perayaan HUT ke-81 RI di MA Alkhairaat Palu ini dibina oleh Ustaz Wahyu Hidayat, seorang alumni MA Alkhairaat Pusat Palu.
Sementara itu, sejumlah sekolah lain di lingkungan Alkhairaat Pusat Palu juga turut menampilkan karya seni dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
SD Alkhairaat 1 Palu menampilkan nyanyian solo oleh Salwa Abdullah dan pertunjukan pantomim yang dibawakan oleh Abizar dan Maulana.
Sementara itu, MTs Alkhairaat Pusat Palu menampilkan dua tarian tradisional, yaitu Tari Mokambu yang dibawakan oleh Azzahra, Nazwa, Nabila, dan Hikma, serta Tari Pamonte.
Tari Mokambu adalah tari tradisional penyambutan tamu khas Suku Kaili yang melambangkan penghormatan, keramahan, dan rasa syukur. Adapun Tari Pamonte dibawakan oleh Hani, Marwah, Zahra, Manda, Rati, Nabila, Ain, Chaira, dan Ica, yang menggambarkan aktivitas gadis-gadis petani saat menyambut dan merayakan musim panen padi. Tari Pamonte sendiri diciptakan oleh Hasan M. Bahasyuan pada tahun 1957.
SMK Alkhairaat Palu juga tidak ketinggalan dengan menampilkan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Wahidah Nur Afifah, Fitriyani, Syarif Aulia Sari, Izatun Napsia, Nur Fika, Asnida, Lila Gafara, Sella Yohana, Nur Asriani Putri, dan Habibah.
Selanjutnya, SMP Alkhairaat 1 Palu menampilkan Tari Jepeng oleh Sigit Mulyono, Dirta, Muhammad Alif, dan Zidan, serta pembacaan puisi oleh Asyifa.
Dari Pondok Pesantren Putra Alkhairaat atau SMP Alkhairaat 2 Palu, para siswa juga mempersembahkan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Muhammad Saggaf, Salman Alfarizy, Fakhir Muh Mumtaz, Arya Wibawa, Muh Nabil, dan Muliady.
Seluruh rangkaian pertunjukan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara kepada generasi muda.
