PALU, MAL – Pengurus Besar Alkhairaat di Palu sedang melakukan penguatan struktur kelembagaan sebagai persiapan menghadapi usia satu abad dan memasuki dasawarsa berikutnya, dengan tujuan mencapai visi peradaban umat yang maju dan mandiri.

Terkait langkah strategis ini, Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mengadakan pertemuan yang melibatkan seluruh unsur kepengurusan kelembagaan.

Agenda utama pembahasan adalah berbagai aspek dalam penguatan organisasi Alkhairaat ke depan.

Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Mohsen Alaydrus. Ia banyak menyampaikan terkait tugas dan tanggung jawab para majelis-majelis agar lebih efektif dan proaktif, khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi mereka.

“Pertemuan ini tidak lain untuk penguatan kembali pada tingkatan struktur majelis-majelis agar lebih terlihat nyata kerjanya, sehingga dengan adanya revitalisasi perangkat ini, mereka yang kita percayakan dianggap mampu menjalani tugas tersebut,” kata Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus.

Habib Mohsen menyoroti bahwa baru beberapa majelis yang terlihat aktif, seperti majelis pendidikan, wakaf, dan dakwah. Majelis-majelis ini, yang seringkali berkoordinasi dengan entitas seperti Kementerian Agama, diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja sehingga dapat sedikit mengurangi beban tugas PB Alkhairaat dalam menjalankan penguatan struktur Alkhairaat.

Selain itu, Habib Mohsen, yang didampingi Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang serta Ketua Yayasan Alkhairaat Sis Aljufri H. Hamdan Rampadio, juga menekankan agar para anggota di struktur Alkhairaat dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai pengembangan organisasi terkait program dan strategi setelah memasuki satu abad Alkhairaat.

Rapat yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri oleh beberapa tokoh penting. Di antaranya adalah Prof. Saggaf Pettalongi, Habib Ali Hasan Aljufri, H. Karman Karim, Sekum Yayasan Alkhairaat Sis Aljufri H. Asgar Bashir Khan, H. Muchlis Aseng, Sofiyan Arsyad, Dr. Ahsan Mardjudo, dan Zainudin Tambuala.