PALU, MAL – Penjualan kerupuk di Pasar Inpres Manonda Palu mengalami peningkatan signifikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kondisi ini membawa berkah bagi para pedagang, khususnya untuk kebutuhan berbagai kegiatan perlombaan 17 Agustus.

Salah satu pedagang, Mama Ulfa, merasakan dampak positif dari euforia kemerdekaan ini. Ia mengaku

penjualan kerupuk 17 Agustus meningkat drastis. Berbagai jenis kerupuk yang dijualnya, terutama Kerupuk Dora, banyak dicari untuk perlombaan makan kerupuk di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kerupuk tersebut dibanderol seharga Rp10.000 per ikat.

Selain Kerupuk Dora, Mama Ulfa juga menyediakan variasi kerupuk lain seperti mawar, mawar kris, mawar mini, impala, hingga makaroni. Meskipun permintaan kerupuk meningkat, Mama Ulfa menyebut penjualan tahun ini belum seramai tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin mulai tanggal 13 sudah banyak pembeli. Kalau tahun ini baru mulai ada pembeli sekitar tanggal 14,” kata Mama Ulfa.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya, ia bisa menggoreng sekitar 50 kilogram kerupuk dalam sehari. Namun, tahun ini produksinya berkisar antara 30 hingga 40 kilogram per hari dan terkadang masih menyisakan stok.

“Agak sepi kalau dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi ini tidak membuatnya menaikkan harga. Mama Ulfa memilih untuk mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama dalam suasana peringatan kemerdekaan.

“Sekarang harga normal saja. Kita sesuaikan dengan keadaan masyarakat,” tutur Mama Ulfa.

Sementara itu, semarak 17 Agustus juga sangat terasa di SD Negeri Sarumana, Kecamatan Palolo. Elvi, seorang guru kelas IV, menjelaskan bahwa sekolahnya menyelenggarakan sejumlah perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Perlombaan yang disiapkan antara lain makan kerupuk, lari karung, lomba balon, serta kegiatan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Para siswa juga dijadwalkan mengikuti gerak jalan dalam rangkaian kegiatan tingkat kecamatan.

Bagi Elvi, peringatan kemerdekaan bukan hanya soal perlombaan. Momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada para siswa sejak dini.

“Menumbuhkan rasa cinta tanah air,” kata Elvi.

Ia juga berharap peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap dunia pendidikan.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap kebutuhan sekolah, termasuk bantuan perlengkapan dan seragam siswa, perlu terus ditingkatkan. Selain itu, kesejahteraan guru juga dinilai penting agar mereka lebih fokus dalam menjalankan tugas dan mendampingi siswa berprestasi.

Di sisi lain, Mama Ulfa berharap kondisi ekonomi masyarakat terus membaik sehingga usaha kecil seperti penjualan kerupuk 17 Agustus miliknya kembali ramai. Peningkatan

penjualan kerupuk diharapkan dapat terjadi di tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan tahun depan lebih maju dan lebih laris lagi. Indonesia juga semakin maju, ada perubahan dalam masalah keuangan dan kemajuan di segala bidang,” harap Mama Ulfa.