Tema yang kita angkat pada momentum Tablig akbar dan doa untuk indonesia adalah tema Milad satu abad Alkhairaat.
Tema ini sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki makna yang sangat dalam. Tema ini bukan sekedar ungkapan untuk mengenang masa lalu.
“Guru tua memanggil” adalah panggilan untuk melanjutkaan perjuangan.
Karena itu. Ketika mengatakan “Gurug tua memanggil” sesungguhnya beliau sedang mengingatkan kita ;
Teruskan perjuangan.
Jaga ilmu
Jaga Ahlak
Jaga persatuan
Dan terus berhidmat kepada ummat dan bangsa.
Guru Tua bukan sekadar nama seorang ulama yang pernah hidup di masa lalu. Guru Tua adalah sumber nilai, teladan perjuangan, warisan ilmu, dan amanah yang terus hidup dalam perjalanan Alkhairaat.
Ketika kita mengatakan “Guru Tua Memanggil”, sesungguhnya kita sedang bertanya kepada diri kita masing-masing:
Apa yang telah kita lakukan untuk meneruskan perjuangan beliau?
Apakah ilmu yang beliau wariskan masih hidup dalam diri kita?
Apakah akhlak beliau masih menjadi pedoman dalam kehidupan kita?
Dan yang paling penting:
Apakah Alkhairaat yang kita bangun hari ini masih berada di jalan yang dahulu beliau rintis? Tentu kita tetap berada dan senantiasa menjaga hitta perjuangan guru tua.
Satu abad Alkhairaat bukan sekadar perjalanan waktu.
Satu abad adalah perjalanan panjang sebuah amanah.
Dari sebuah majelis ilmu, berkembang menjadi lembaga pendidikan.
Dari lembaga pendidikan berkembang menjadi gerakan dakwah.
Dari dakwah tumbuh menjadi kekuatan sosial kemasyarakatan.
Dan hari ini, Alkhairaat telah menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan dan dakwah Islam, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Semua itu tidak lahir dengan mudah.
Di balik perjalanan panjang tersebut terdapat pengorbanan ulama, guru, pengurus, orang tua, alumni, santri, dan masyarakat yang dengan keikhlasan menjaga dan mengembangkan Alkhairaat.
Karena itu, ketika Guru Tua “memanggil”, sesungguhnya yang beliau panggil bukan hanya para pengurus Alkhairaat
Beliau memanggil seluruh keluarga besar Alkhairaat.
Beliau memanggil para guru, alumni, para santri, dan generasi muda Abna Alkhairaat.
Dan beliau memanggil kita semua untuk kembali kepada nilai-nilai dasar perjuangan:
ilmu, iman, akhlak, dakwah, pengabdian, persatuan, dan kecintaan kepada bangsa serta negara.
Kini bagian kita untuk MENJAWAB PANGGILAN GURU TUA
Saat Guru Tua “memanggil”, tentu jawaban kita tidak cukup dengan kata-kata, melainkan panggilan itu harus kita jawab dengan amal nyata.
Jika dahulu Guru Tua membangun lembaga pendidikan, maka tugas kita hari ini adalah memajukan pendidikan Alkhairaat yang mampu menjawab tantangan zaman.
Kalau dahulu beliau menanamkan ilmu dan akhlak, maka tugas kita adalah memastikan generasi Alkhairaat tetap memiliki kedalaman ilmu, kemuliaan akhlak, di samping kemampuan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kalau dahulu beliau membangun persatuan umat, maka tugas kita adalah memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Dan kalau dahulu beliau mengabdikan hidupnya untuk umat dan bangsa, maka tugas kita di selanjutnya adalah melanjutkan Alkhairaat yang semakin bermanfaat dan mandiri dalam membimbing umat.
Inilah sesungguhnya makna “Guru Tua Memanggil.”
Lalu bagaimana langkah kita MEMASUKI ABAD KEDUA ke depan?
Satu abad adalah pencapaian yang patut kita syukuri namun juga merupakan momentum untuk melakukan muhasabah.
Kita tidak boleh berhenti pada kebanggaan terhadap masa lalu. Kita juga harus bertanya:
Alkhairaat seperti apa yang kita ingin hadirkan pada abad kedua?
Menurut hemat kami, Alkhairaat abad kedua harus menjadi organisasi yang semakin kuat dalam tiga bidang utama yang selama ini menjadi khidmat perjuangannya:
Pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Di bidang pendidikan, kita ingin melahirkan generasi yang alim, berakhlak, berilmu, menguasai teknologi, memiliki keterampilan, mandiri dan mampu bersaing secara global.
Di bidang dakwah, kita ingin menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, mempersatukan dan memberikan solusi bagi persoalan umat.
Dan di bidang sosial kemasyarakatan, kita ingin Alkhairaat semakin hadir dalam membantu masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, kesehatan, sosial, kemanusiaan dan berbagai bentuk pelayanan lainnya.
Kita patut bersyukur atas perjalanan panjang yg telah dilalui, tetapi kita tdk boleh berhenti pada kebanggaan sejarah.
Satu abad harus menjadi jembatan menuju abad kedua.
Karena itu, memasuki abad kedua, kita ingin Alkhairaat tampil sebagai organisasi yg semakin maju, mandiri dan semakin besar manfaatnya bagi ummat dan bangsa.
Pendidikan harus kita perkuat.
Dakwah harus kita kembangkan
Pengabdian sosial harus kita perluas.
Inilah cara kita menjawab panggilan guru tua, bukan dengan hanya mengenangnya, tetapi dengan meneruskan cita citanya.
Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan kita, merahmati Guru tua dan seluruh pejuang Alkhairaat yg telah mendahului kita, serta memberi kekuatan kpd generasi.penerus untuk menjaga dan mengembangkan amanah ini.
Dr. HS. Mohsen Alaydrus (Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat)
