PALU, MAL — Fenomena Hujan Meteor November 2026 akan menghiasi langit Indonesia melalui dua pertunjukan astronomi utama, yakni Taurids dan Leonids, yang mencapai puncaknya pada pertengahan bulan ini. Masyarakat dapat menyaksikan kilatan cahaya di angkasa saat Bumi melintasi sisa debu komet dan asteroid di sepanjang lintasan orbitnya.
Hujan meteor Southern Taurids sendiri telah mencapai puncaknya pada 04/11 hingga 05/11 dengan intensitas sekitar 5 hingga 10 meteor per jam. Fenomena yang bersumber dari Asteroid 2004 TG10 dan Komet 2P Encke ini dikenal sering menghasilkan bola api atau fireball yang bergerak lambat namun sangat terang di kegelapan malam.
Selanjutnya, perhatian para pengamat langit akan tertuju pada Hujan Meteor Leonids yang mulai aktif sejak 06/11 hingga 30/11 mendatang. Berdasarkan data dari NASA, puncak aktivitas Leonids diprediksi terjadi pada malam 16-17 November 2026 dengan radian yang muncul dari arah rasi bintang Leo.
“Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati aliran serpihan yang ditinggalkan komet atau asteroid,” jelas pihak NASA dalam keterangan resminya terkait mekanisme fenomena tahunan tersebut.
Meskipun Hujan Meteor November 2026 ini sangat dinantikan, intensitas Leonids pada tahun ini diperkirakan relatif rendah. Pengamat kemungkinan hanya akan melihat kurang dari 3 meteor per jam karena pengaruh siklus aliran debu komet 55P/Tempel-Tuttle yang sedang berada pada fase minimal.
“Karena tiap tahun Bumi berpapasan dengan banyak meteor tersebut pada titik yang kurang lebih sama, hujan meteor cenderung kembali sekitar tanggal yang sama,” kata perwakilan American Meteor Society (AMS) dalam penjelasan teknisnya.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik melihat Hujan Meteor November 2026, masyarakat disarankan mencari lokasi pengamatan yang gelap dan jauh dari polusi cahaya kota. Pengamatan optimal dapat dilakukan dengan mata telanjang setelah tengah malam, asalkan kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan mendung.
Selain fenomena meteor, langit bulan ini juga akan menyuguhkan Supermoon Beaver Moon pada 24/11 pukul 21.55 WIB. Bulan akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang karena berada pada posisi perigee atau titik terdekatnya dengan Bumi, sekaligus menjadi seri kedua dari tiga supermoon sepanjang tahun 2026.
