PALU, MAL — Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri membaiat peserta Pesantren Kader Dasar Alkhairaat (PKDA) angkatan pertama dalam acara penutupan yang berlangsung di Aula Asrama Haji Transit Palu, Rabu malam (4/11).

Prosesi baiat tersebut disaksikan unsur pimpinan Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, di antaranya KH Husen Habibu, Ketua Majelis Organisasi PB Alkhairaat Hamdan Rampadio, serta Sekretaris Umum Yayasan Alkhairaat Sis Aljufri, Asgar Bashir Khan.

Dalam prosesi itu, Habib Alwi membacakan kalimat baiat yang kemudian diikuti seluruh peserta. Ikrar tersebut menegaskan komitmen para kader untuk tetap berada di bawah panji-panji Alkhairaat, menjaga lembaga dan badan otonom (Banom), serta berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) Alkhairaat.

Usai baiat, seluruh peserta mencium bendera Merah Putih dan panji Alkhairaat. Habib Alwi bersama sejumlah pimpinan Alkhairaat yang hadir juga mengikuti prosesi penghormatan terhadap kedua bendera tersebut.

Dalam amanahnya, Habib Alwi menyampaikan bahwa keikutsertaan peserta dalam PKDA merupakan pilihan sadar untuk menjadi bagian dari kader Alkhairaat.

Ia mengaku bangga atas kesediaan peserta mengikuti proses kaderisasi angkatan pertama tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang bagi peserta untuk menimba pengetahuan dan memahami berbagai hal tentang Alkhairaat.

“Kehadiran kalian di sini merupakan pilihan yang tepat. Kalian ditempa dalam kegiatan ini dan menjadi angkatan pertama dalam perhimpunan Alkhairaat. Saya merasa bangga karena ada banyak hal yang diperoleh, meskipun belum seluruhnya,” ujar Habib Alwi.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan dan kemauan untuk meluangkan waktu mengikuti proses kaderisasi serta menyerap materi yang diberikan.

Namun, para peserta telah menunjukkan kesadaran dengan mengorbankan waktu dan pikiran untuk mendukung perjuangan serta kemajuan Alkhairaat.

“Kalian datang kemari dengan penuh kesadaran, menyerahkan waktu dan pikiran untuk disumbangkan demi perjuangan dan kemajuan lembaga yang sama-sama kita cintai, rumah besar kita bersama, yaitu Alkhairaat,” katanya.

Habib Alwi berharap komitmen para kader dapat menjadi bagian dari perjuangan yang dirintis para pendahulu Alkhairaat, termasuk Guru Tua, Habib Idrus bin Salim Aljufri.

“Semoga langkah kita semua ini dapat membuat para tokoh perintis dan figur sentral yang mendahului kita, serta Guru Tua, di tempatkan di surga melihat kita semua tersenyum. Artinya, mereka rida dengan langkah kita semuanya,” tuturnya.