PALU, MAL — Angka kemiskinan Palu mencatatkan tren penurunan yang konsisten dan signifikan selama masa kepemimpinan Wali Kota Hadianto Rasyid sejak tahun 2021 hingga 2026.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terbaru, capaian ini menempatkan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin terendah di wilayah ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Achmad Rizal Arma, mengonfirmasi data tren penurunan tersebut pada Kamis (05/11). Ia menyebut hasil perhitungan resmi ini telah dilaporkan kepada pimpinan sebagai bukti nyata kinerja pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, data itu bersumber dari BPS Kota Palu yang kami sampaikan ke pimpinan (Wali Kota Palu)”, kata Achmad Rizal Arma, Kepala Bappeda Kota Palu.

Merujuk pada data BPS Kota Palu, angka kemiskinan Palu terus menukik tajam sejak 2021 hingga 2026. Persentase kemiskinan tercatat sebesar 7,17 persen pada 2021, lalu turun menjadi 6,63 persen di 2022, 6,56 persen di 2023, 5,94 persen di 2024, 5,26 persen di 2025, hingga mencapai 4,75 persen pada 2026.

Kinerja positif ini membawa Kota Palu menduduki peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Tengah dalam hal rendahnya persentase kemiskinan. Angka 4,75 persen tersebut berada jauh di bawah rata-rata daerah lain di provinsi yang tercatat berada pada angka 10,46 persen. ***