MOROWALI, MAL — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mencatat mayoritas tenaga kerja yang terserap di kawasan industri hilirisasi mineral tersebut berasal dari generasi muda.

Hingga akhir Oktober 2026, proporsi Pekerja Gen Z IMIP telah menyentuh angka 60,06 persen dari total keseluruhan karyawan yang aktif bekerja di sana.

Data terbaru dari Departemen HR PT IMIP menunjukkan terdapat 61.169 pekerja yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012.

Angka tersebut menempatkan kelompok demografi ini sebagai bagian paling dominan dalam mendukung operasional industri terintegrasi berbasis nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

Secara keseluruhan, total karyawan di kawasan tersebut mencapai 101.846 orang. Selain Pekerja Gen Z IMIP, kelompok milenial usia 30-45 tahun tercatat sebanyak 38.750 orang atau 38,05 persen, sedangkan generasi X ke atas hanya berjumlah 1.927 pekerja atau sekitar 1,2 persen dari total populasi pekerja.

Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, menjelaskan bahwa dominasi kaum muda ini mencerminkan besarnya keterlibatan angkatan kerja produktif dalam sektor industri pengolahan.

“Jika dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMA/SMK 64,77 persen atau 65.965 pekerja, Diploma 4,68 persen atau 4.766 pekerja, untuk lulusan S1 sebanyak 28,10 persen atau berjumlah 28.623 pekerja,” rinci Dedy Kurniawan, Kamis (05/11).

Ia menegaskan bahwa bagi para Pekerja Gen Z IMIP, lingkungan kerja di kawasan industri bukan sekadar tempat mencari penghasilan.

Kata dia, perusahaan menyediakan ruang untuk membangun disiplin, memahami standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta melatih kemampuan bekerja sama dalam tim berskala besar.

Dedy juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi lokal menjadi fokus utama agar masyarakat setempat dapat mengambil peran lebih besar dalam perkembangan industri.

Penguasaan teknologi dan kemauan belajar menjadi kunci bagi tenaga kerja muda agar tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kompetensi memadai, berada pada lingkungan kerja aman, dan mempunyai kesempatan berkembang secara profesional,” pungkas Dedy. ***