SIGI, MAL — UPT Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Yayasan Pelita Hati Sigi memberikan edukasi kepada penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) tentang teknik penggunaan alat bantu sesuai standar keamanan.

Kegiatan tersebut bertujuan mencegah risiko cedera dan jatuh akibat penggunaan alat bantu yang tidak tepat.

Ketua Yayasan Pelita Hati Sigi, Erwin Pakewai, Rabu (4/11), mengatakan masih banyak penyandang disabilitas dan lansia yang membutuhkan alat bantu, tetapi belum memahami prosedur penggunaannya secara benar. Akibatnya, alat bantu yang dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Dalam tata laksana penggunaan alat bantu, fisioterapis berperan melakukan pemeriksaan kemampuan fungsional, menilai keseimbangan dan pola berjalan, serta menentukan jenis alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien,” kata Erwin.

Alat bantu seperti tongkat, kruk, walker, kursi roda, maupun tongkat putih bagi penyandang tunanetra perlu digunakan dengan teknik yang benar. Penggunaan yang tepat dapat meningkatkan keamanan, mengurangi risiko jatuh, serta mendukung kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Erwin menjelaskan, fisioterapis juga memberikan edukasi dan latihan penggunaan alat bantu, mulai dari cara berdiri, berjalan, berpindah posisi hingga melakukan mobilisasi dengan aman.

Evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan alat bantu tetap sesuai dengan perkembangan kemampuan dan kebutuhan penggunanya.

“Fisioterapi bukan hanya membantu memilih alat bantu, tetapi juga melatih, mendampingi, dan mengoptimalkan fungsi gerak agar setiap individu dapat menjalani kehidupan yang lebih optimal,” ungkapnya.

Peserta kegiatan tersebut merupakan penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas disabilitas Kabupaten Sigi serta kelompok lanjut usia.**