PALU, MAL — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Abidin, resmi membuka Pelatihan Petugas Pendata Indeks Aktualisasi Nilai Pancasila di Aula Kantor BPS Kota Palu pada Rabu (04/11).

Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana penerapan nilai-nilai ideologi negara tersebut di tengah masyarakat urban.

Abidin menyampaikan bahwa proses pendataan ini merupakan agenda krusial bagi Pemerintah Kota Palu. Meskipun terdapat dinamika keamanan di beberapa wilayah, ia optimis petugas lapangan mampu menjalankan tugas pengukuran Indeks Aktualisasi Nilai Pancasila secara profesional dan tepat waktu.

“Semoga petugas kita tidak menemukan kendala dan bisa melaksanakan silaturahim serta harmonisasi yang baik dalam melaksanakan tugasnya di lapangan,” ujar Abidin, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu.

Ia juga menyarankan agar para petugas segera melapor ke pihak kelurahan untuk mendapatkan pendampingan saat terjun ke masyarakat. Fokus pengukuran nantinya akan banyak bersentuhan dengan kearifan lokal, sehingga sinergi dengan lembaga adat dan Satgas Pancasila sangat diperlukan.

“Kami berharap kepada petugas di lapangan bisa bekerja sama dan bersilaturahim dengan lembaga adat dan Satgas Pancasila yang ada di kelurahan setempat,” beber Abidin.

Selain faktor keamanan, Abidin mengingatkan adanya tantangan lain seperti peredaran narkoba yang tren kasusnya sedang meningkat di beberapa titik. Indikator pengukuran nilai Pancasila dari sila pertama hingga kelima diharapkan tetap menjadi acuan utama meski situasi lapangan tidak sekondusif tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso, menegaskan agar seluruh petugas mengutamakan keselamatan. Atribut lengkap wajib dikenakan sebagai identitas resmi saat mendata, khususnya di lokasi yang masuk kategori rawan konflik.

“Petugas harus menggunakan atribut yang lengkap dalam melaksanakan tugasnya di tengah masyarakat,” tegas Agus Santoso.

Ia menambahkan bahwa pendataan yang dilakukan di penghujung tahun ini sudah didukung oleh sistem aplikasi digital. Hal ini memungkinkan hasil kinerja dan pergerakan petugas dalam mengumpulkan data Indeks Aktualisasi Nilai Pancasila dapat dipantau secara langsung oleh pimpinan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot Palu yang sudah memberi kepercayaan kepada BPS dalam rangka mengukur Indeks Pancasila tahun ini, semoga hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi objektif di masyarakat,” pungkas Agus Santoso.