PALU, MAL – PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) bersama Filantra memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di seluruh Indonesia melalui Program Mobil Klinik TBIG. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 191.000 penerima manfaat di 34 provinsi dan 170 kabupaten/kota, sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan.
Head of CSR Department PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Arief Wibisono, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, inisiatif ini tidak bertujuan mengambil alih tugas pemerintah, melainkan mendukung peningkatan layanan kesehatan, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
“Layanan kami berikan tidak hanya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga konsultasi dokter, edukasi pola hidup sehat, edukasi konsumsi sehat, sanitasi, hingga dukungan saat terjadi bencana. Yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” kata Arief Wibisono, pada kelas daring Journalism Fellowship On CSR Batch III, 26 Juni.
Ia menambahkan bahwa seluruh lokasi Program Mobil Klinik TBIG ditentukan melalui social mapping dan beneficiary mapping. Ini memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya di sekitar aset perusahaan.
Direktur Filantra, Asep Nurdin, mengutarakan bahwa kolaborasi strategis dengan TBIG telah berlangsung sekitar 13 tahun. Ia menekankan pentingnya edukasi karena banyak masyarakat di daerah terpencil masih belum sepenuhnya memahami praktik dasar hidup bersih dan sehat.
“Masih ada masyarakat yang belum memahami cara mencuci tangan maupun menyikat gigi yang benar. Hal-hal sederhana seperti itu berdampak besar terhadap kesehatan jangka panjang,” ujar Asep Nurdin.
Manfaat dari Program Mobil Klinik TBIG ini dirasakan langsung oleh Kasmawati, seorang warga Jayapura. Ia mengungkapkan baru mengetahui dirinya menderita asam urat setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan TBIG.
“Program ini sangat bermanfaat. Saya jadi tahu penyakit yang saya derita. Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga mendapat obat dan bantuan sembako. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” kata Kasmawati.
Sementara itu, tenaga kesehatan dari Klinik Semar Sehat Jayapura, Siti Nur Chalifah, melaporkan bahwa masyarakat menyambut Program Mobil Klinik TBIG dengan antusias. Pelayanan diawali dengan edukasi kesehatan, dilanjutkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, kemudian konsultasi dengan dokter sebelum peserta menerima obat sesuai diagnosis.
“Banyak warga, terutama orang lanjut usia, baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah mengikuti pemeriksaan gratis ini. Mereka merasa sangat terbantu karena layanan kesehatan hadir langsung di lingkungan tempat tinggal mereka,” tutur Siti Nur Chalifah.
Ia menambahkan bahwa jumlah peserta dalam kegiatan di Jayapura mencapai sekitar 100 orang, dengan mayoritas adalah warga Papua yang tinggal di sekitar lokasi pelaksanaan. Kehadiran mobil klinik sangat memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan terdekat. ***

