POSO, MAL – Pondok Pesantren Baabul Khair Poso menerima kunjungan silaturahmi jajaran Densus 88 Antiteror Polri, Sabtu (15/08).
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi menjaga keamanan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.
Pimpinan Ponpes Baabul Khair, Dr. Makmur, mengatakan pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ketahanan ideologi, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, hingga literasi digital.
Pesantren, kata Dr. Makmur, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki pemahaman agama sekaligus menghargai keberagaman.
“Sebab pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang kuat dalam ilmu agama, berakhlak, mencintai tanah air, dan menghargai keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan santri terus diarahkan melalui pendekatan edukatif untuk mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Upaya tersebut diharapkan bisa membentuk santri yang Qurani, moderat, memiliki wawasan kebangsaan, serta mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dr. Makmur menilai keterlibatan pesantren dalam menjaga perdamaian penting, terutama dalam membangun kesadaran generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham yang dapat mengancam persatuan.
“Menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.
