PALU, MAL – Batik Kelor menjadi salah satu upaya Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tengah memperkenalkan kearifan lokal Kota Palu ke tingkat nasional melalui Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, H. Amin Parakkasi, mengatakan Batik Kelor akan digunakan sebagai batik resmi Tanwir Muhammadiyah 2026 yang akan digelar di Kota Palu pada 19–21 November 2026.

Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan Universitas Muhammadiyah Palu sebagai arena utama kegiatan.

“Ini sebuah kebanggaan bahwa Batik Kelor dibuat sebagai sebuah ikhtiar memperkenalkan kearifan lokal Kota Palu secara nasional melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” kata Amin, Jumat (14/8) pagi di Palu.

Ia mengatakan, PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah terus melakukan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026. Persiapan tersebut meliputi penataan arena utama, pembentukan kepanitiaan, bimbingan teknis, hingga penataan organisasi.

Menurut Amin, pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Tengah. Sebab, daerah tersebut untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah salah satu agenda nasional Muhammadiyah.

“Rektor Universitas Muhammadiyah Palu yang ditunjuk sebagai ketua penerima Tanwir bersama PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah juga terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah,” katanya.

Ia menjelaskan, Tanwir merupakan permusyawaratan Muhammadiyah di bawah Muktamar. Dalam satu periode kepengurusan, Tanwir dilaksanakan sedikitnya tiga kali.

Tanwir pertama dalam periode tersebut telah dilaksanakan di Kupang pada 2024. Tanwir kedua akan digelar di Kota Palu pada November 2026, sedangkan Tanwir terakhir akan menjadi bagian dari rangkaian Muktamar Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung di Medan.

“Insyaallah Palu, Sulawesi Tengah siap menjadi tuan rumah untuk menyambut seluruh utusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia,” ujarnya.

Amin memperkirakan sekitar 400 peserta Tanwir akan hadir dalam kegiatan tersebut. Selain peserta utama, ribuan penggembira dan peninjau juga diperkirakan datang ke Palu.

Ia berharap pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi dan kearifan lokal Sulawesi Tengah kepada masyarakat luas.