PALU, MAL – Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah (Sulteng) turut memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan menggelar berbagai perlombaan di Pondok Pinang, Kelurahan Kabonena, Palu Barat, Sabtu (15/8).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu diikuti para pengurus DPW Perempuan Bangsa Sulteng. Suasana berlangsung meriah, penuh canda dan kekeluargaan.
Ketua DPW Perempuan Bangsa Sulteng, Badriyah, S.Sos., mengatakan, berbagai lomba sengaja dikemas sederhana agar seluruh peserta dapat menikmati suasana kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi.
Untuk anak-anak, lomba yang digelar antara lain makan kerupuk dan memasukkan paku ke dalam botol. Sementara untuk ibu-ibu, perlombaan dibagi menjadi kategori perorangan dan kelompok.
Lomba perorangan di antaranya memecahkan balon yang diikatkan di kaki. Sedangkan lomba kelompok meliputi estafet air menggunakan plastik gula, estafet sarung, estafet bola pingpong menggunakan gelas pop ice yang diikatkan di kepala, serta lomba menjepit balon dengan perut atau pinggang sambil bergoyang.
“Ada juga lomba cadangan, yaitu melipat sarung sambil menerbangkan balon agar tidak menyentuh tanah. Suasana lomba benar-benar seru karena dilaksanakan di alam terbuka yang rindang dengan pepohonan,” kata Badriyah.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, kekompakan dan soliditas antar pengurus.
“Momentum HUT ke-81 RI ini kita manfaatkan untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat kekeluargaan sesama pengurus Perempuan Bangsa. Lomba-lomba yang digelar memang sederhana, tetapi nilai kebersamaannya sangat besar,” ujarnya.
Sebagai organisasi sayap perempuan PKB, lanjut Badriyah, Perempuan Bangsa tidak hanya dituntut aktif menjalankan program organisasi, tetapi juga perlu membangun hubungan yang harmonis di antara para pengurus.
“Kita ingin suasana internal organisasi tetap hangat, kompak dan penuh kebersamaan. Dengan kegiatan seperti ini, mudah-mudahan komunikasi antar pengurus semakin baik dan semangat menjalankan program-program Perempuan Bangsa juga semakin kuat,” katanya.
Keseruan berlanjut setelah seluruh perlombaan selesai. Para ibu-ibu bernyanyi dan bergoyang mengikuti lagu-lagu dangdut. Suasana semakin ramai ketika muncul saweran berupa uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu yang dilempar ke udara.
Para peserta pun spontan berebut memungut uang yang jatuh. Aksi tersebut membuat suasana semakin riuh dan menjadi salah satu momen yang paling mengundang gelak tawa peserta.
Badriyah menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui kebersamaan, persatuan dan kepedulian antarsesama.
Dengan semangat kemerdekaan, kebersamaan dan kekompakan, DPW Perempuan Bangsa Sulteng berharap hubungan kekeluargaan antar pengurus semakin erat serta organisasi semakin solid dalam menjalankan berbagai agenda ke depan.
