PALU – Panitia kurban Masjid Raya Baitul Khairaat Kota Palu menyiapkan sebanyak 1.500 kupon pembagian daging kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (27/5) mendatang.
Pembagian kupon tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu di sekitar masjid, pondok pesantren, anak yatim piatu, serta warga yang dinilai berhak menerima bantuan daging kurban.
Kepala Biro Kesra Provinsi Sulawesi Tengah, Rustam Arifuddin, mengatakan pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya mengandalkan sapi bantuan masyarakat (Banmas) Presiden RI Prabowo Subianto, tetapi juga ditopang enam ekor sapi tambahan dari berbagai pihak.
“Ada 1.500 kupon daging kurban yang disiapkan bersama panitia masjid. Agar pembagian dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, maka bukan cuma sapi Presiden yang dipotong nanti, ada juga enam ekor sapi lain yang akan dipotong,” ujar Rustam, Ahad (24/5).
Enam sapi tambahan tersebut berasal dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, anggota DPR RI Muhidin Said, sumbangan kumpulan tujuh nama, serta tiga ekor sapi dari celengan Masjid Raya Baitul Khairaat.
Sementara itu, sapi Banmas Presiden RI bernama “Si Kentung” dengan bobot mencapai 922 kilogram dipastikan turut dipotong usai pelaksanaan Shalat Idul Adha di halaman Masjid Raya Baitul Khairaat. Sapi jumbo tersebut berasal dari peternak lokal di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, menjelaskan proses pelaksanaan kurban bantuan Presiden dilakukan melalui kolaborasi antara pihaknya, Biro Kesra, dan panitia Masjid Raya Baitul Khairaat.
Rustam menegaskan, panitia ingin memastikan distribusi daging kurban dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Yang kami utamakan adalah masyarakat sekitar masjid yang kurang mampu, pondok pesantren, anak yatim piatu, dan mereka yang memang betul-betul berhak menerima,” pungkasnya.

