DONGGALA – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mendorong pembentukan lumbung jagung desa berbasis gotong royong.
Hal ini bertujuan agar setiap desa memiliki cadangan pangan mandiri untuk menghadapi berbagai situasi ke depan.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan panen raya jagung hibrida di Desa Batusuya Go’o, Kecamatan Sindue Tombusabora, Rabu (25/02).
“Kita bangun lumbung jagung Desa gotong royong. Selama tanah Donggala masih kita olah dengan tangan sendiri, kita tidak akan pernah menjadi daerah yang bergantung,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Vera menyampaikan bahwa panen ini merupakan bukti nyata keberhasilan para petani dalam mengolah potensi lahan di Donggala.
Secara khusus, ia menyoroti inovasi penanaman jagung yang dilakukan di bawah naungan pohon kelapa pada lahan seluas 3,9 hektare dengan estimasi produktivitas mencapai 6 hingga 7 ton per hektare di Desa Batusuya Go’o.
”Swasembada pangan bukan sekadar angka produksi, melainkan alat untuk menekan angka kemiskinan dan mencegah persoalan sosial,” sebutnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Donggala, Anhar, menyampaikan, pengelolaan lahan seluas 3,9 hektare, di Desa Batusuya Go,o, berhasil mencatatkan total produksi mencapai ± 24 ton, dengan rata-rata produktivitas sebesar 6 ton per hektare.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah, mulai dari benih hingga pendampingan. Kerja sama tim di kelompok tani juga menjadi modal utama kami dalam mencapai target 24 ton ini,” ujar Anhar.
Ia berharap agar momentum tersebut menjadi langkah pasti menuju Donggala yang mandiri pangan dan berdaya saing.
Acara panen raya ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, Sekretaris Daerah Donggala, Rustam Efendi, Jajaran Forkopimda Kabupaten Donggala, para pejabat OPD, serta para penyuluh dan kelompok tani setempat. ***

