PALU – Universitas Alkhairaat (UNISA) melahirkan dua doktor baru dalam sepekan, yakni Wahyuni H. Mailili dan Indah Suciati, yang berhasil menyelesaikan studi doktoral di Universitas Tadulako (Untad).
Wahyuni menjalani promosi doktor, Senin (13/4), sementara Indah Suciati menyusul sehari kemudian di Gedung C Pascasarjana Untad, Palu, Rabu (15/4).
Keduanya menempuh pendidikan pada Program Studi Pendidikan Sains dengan konsentrasi Pendidikan Matematika di Program Pascasarjana Untad.
Mereka merupakan dosen tetap yayasan pada Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Alkhairaat.
Dalam ujian doktoralnya, Wahyuni mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Komunikasi dan Noada (Komatika Noada) untuk Menumbuhkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Sekolah Menengah Pertama” dan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98.
Sementara itu, Indah Suciati meraih IPK sempurna 4,00 melalui disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Maliu Mosikola Berbasis Etnomatematika terhadap Kemampuan Literasi Numerasi dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas”.
Rektor Universitas Alkhairaat, Muhammad Yasin, mengapresiasi capaian tersebut dan berharap dapat memotivasi dosen lainnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.
“Semoga keberhasilan ini menjadi pelecut semangat bagi dosen UNISA lainnya untuk menyelesaikan program doktoral maupun yang berencana melanjutkan studi S3,” ujarnya di kampus UNISA, Rabu (15/4).
Apresiasi juga disampaikan Ketua Senat Universitas, Kasman Jaya Saad, yang menilai capaian keduanya sebagai bukti dedikasi akademik sekaligus kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran matematika berbasis budaya.
Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pendidikan yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal.

