POSO – Yayasan Panorama Alam Lestari (Y.PAL) Poso bersama YLBH Apik Sulteng membuka forum multistakeholder untuk pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, terhitung mulai 14-15 April 2026 di aula Bappelitbangda Poso itu, melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Y.PAL Poso, Yopi Harry mengatakan, forum ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana.

“Keterlibatan pemerintah dan masyarakat menjadi fokus utama dalam pembentukan forum ini,” ujarnya.

Menurut Yopi, FPRB sebagai langkah mitigasi sejak dini untuk mengurangi dampak bencana, sehingga forum ini tidak hanya bersifat koordinatif tetapi juga edukatif bagi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami berharap dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, seluruh pihak dapat selalu siap, sigap dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana di wilayah Poso,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Poso, Reza Rangga mewakili Bupati Poso menegaskan pentingnya pembentukan FPRB sebagai strategi kolektif menghadapi risiko bencana.

“Forum ini menjadi wadah mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha hingga media, untuk menyatukan kepedulian dalam manajemen risiko bencana,” imbuhnya.

Dijelaskannya, bahwa FPRB dibentuk untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkecil potensi korban saat bencana terjadi. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan persiapan.

“Melalui pembentukan FPRB, diharapkan terbangun budaya sadar bencana yang tangguh, mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga kabupaten,” tandasnya.