POSO – Sebanyak 142 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Poso Pesisir mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2025-2026.
Pelaksanaan UKK yang berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 April 2026 itu, ada enam kompetensi keahlian yang diuji. Meliputi teknik perumahan, listrik, mesin, kendaraan, sepeda listrik, serta desain komunikasi visual.
Kepala SMK Negeri 1 Poso Pesisir, Abdul Hakim mengatakan, UKK merupakan asesmen wajib yang harus diikuti seluruh siswa kelas akhir, yang hasilnya nanti menjadi salah satu penentu kelulusan.
“UKK bukan sekadar formalitas, melainkan alat ukur kemampuan riil siswa sesuai bidang keahlian masing-masing. Standar yang digunakan mengacu pada kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas penilaian, kata Kepsek, pihaknya menggandeng berbagai mitra. Mulai dari dunia usaha, instansi pemerintah, hingga asosiasi profesi dilibatkan sebagai penguji.
“Kami memastikan UKK ini mengukur kompetensi sesuai standar industri. Ini penting agar lulusan benar-benar siap kerja,” tutur Abdul Hakim.
Ditegaskannya, siswa yang belum memenuhi standar kompetensi tidak langsung dinyatakan gagal. Sekolah memberikan kesempatan untuk mengikuti ujian ulang.
“Hal itu menjadi bagian dari komitmen kami dalam mencetak lulusan yang benar-benar kompeten dan siap bersaing,” jelasnya.
Sementara itu, tim pengawas Dra Dahnia berharap seluruh peserta dapat lulus dengan hasil maksimal.
“Sehingga mampu terjun ke dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan nantinya,” tandasnya.

