11 Ranting Alkhairaat Dolo Selatan Terbentuk, PB Minta Aktifkan MDA

oleh -
Suasana pelantikan Pengurus Ranting Alkhairaat se Kecamatan Dolo Selatan, Sabtu (16/10). Foto: Dok PC Alkhairaat Dolsel

SIGI – Sebanyak 11 Pengurus Ranting Alkhairaat, di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Dolo Selatan, telah terbentuk. Kepengurusan Ranting Alkhairaat tersebut dilantik, di halaman MTs Alkhairaat Baluase, Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, Sabtu kemarin.

Pelantikan Pengurus Ranting Alkhairaat se Kecamatan Dolo Selatan itu langsung dilakukan Komda Alkhairaat Kabupaten Sigi.

Pengurus Besar (PB) Alkhairaat yang diwakili Ketua Majelis Pendidikan PB Alkhairaat Ustad H. Salim Dg.Masuka, dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan pelantikan 11 Ranting Alkhairaat se-Dolo Selatan.

“Tentunya dengan dilantiknya Pengurus Ranting Alkhairaat di masing-masing desa se-Kecamatan Dolo Selatan, agar lebih mengutamakan membuka dan mengaktifkan kembali Madrasah Ibtidaiyah Alkhairaat (MDA) yg ada dalam wilayah Kecamatan Dolo Selatan. Hal ini merupakan bentuk kepedulian kita sebagai Abna’ulkhairaat sebagaimana terpampang pada tema, “Siap melanjutkan Perjuangan Habib Idrus Bin Salim Aljufri” ,” harapnya.

Ustad Salim menambahkan, terbentuknya pengurus ranting Alkhairaat Ini adalah merupakan bentuk kekompakan dan persatuan yang dijalin oleh pengurus Cabang Alkhairaat Kecamatan Dolo Selatan, yang dipimpin Yahya A. Landua. Tentunya pula tidak terlepas dukungan dari pemerintah kecamatan setempat.

Selain itu ia menilai, ini merupakan wujud keaktifan pengurus cabang, sehingga dapat merangkul semua elemen masyarakat yang ada di kecamatan Dolo Selatan, sampai terbentuk pengurus ranting di tingkat desa.

“Baru kali ini kita temukan pelantikan pengurus ranting yang dilakukan sekaligus satu kecamatan, yang berarti semua desa yang ada di kecamatan ini pengurusnya telah terbentuk. Insya Allah akan menjadi berkah dan saya yakin pendidikan Alkhairaat akan berjalan baik di sini. Tentunya ini juga menjadi contoh bagi pengurus Alkhairaat kecamatan lain di Sulteng serta daerah lainnya,” tekannya.

Camat Dolo Selatan Ali Nurdin sangat mendukung dibukanya MDA setiap Desa. Karena dengan belajarnya Anak-anak di Sikola Ara (istilah MDA dapam masyarakat kaili, ree). Dapat menekan pengaruh lingkungan dengan merajalelanya peredaran Narkoba di tengah-tengah masyarakat sekarang ini.

“Kepada seluruh kepala Desa se-Kec.Dolo Selatan, agar membantu dalam berjalanya madrasah ibtidaiyah (yang dimaksud MDA, red) masing-masing Desa dengan memperhatikan gaji-gaji guru ibtidaiyah yang ada,” gegasnya.

Sementara Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Sigi yang diwakili Sekretaris Komda Alkhairaat Sigi Ustad Muhaimin menjanjikan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah melalui KOMDA Alkhairaat Kabupaten Sigi pada Anggaran dana Perubahan sekitar Rp500 juta, dan akan diberikan kepada guru-guru MDA bagi yang aktif, dengan insentif setiap guru perbulan Rp.400.000

“Insya Allah ini akan menjadi penyemangat bagi para guru dan kita juga berterimakasih pada Pemda Sigi, yang sudah memberikan bantuan pada guru-guru yang aktif membangun MDA di tingkat desa,” ungkapnya.

Sementara Ketua Cabang Alkhairaat Kecamatan Dolo Selatan Yahya Y.A Landua lebih menekankan perubahan pembelajaran dengan mengisi Tahfidz Qur’an dan memberikan Pelajaran Bahasa Arab dan juga Bahasa Inggris pada setiap MDA Alkhairaat yang ada di Kecamatan Dolo Selatan. Sehingga dengan pembelajaran demikian, niscaya anak-anak berusia SD tersebut dapat tertarik untuk mengenyam pendidikan di MDA yang kerap kali hanya dijadikan madrasah sampingan.

“Ini sebuah metode yang akan dicoba untuk dilakukan. Sebab terkadang anak anak muncul kebosanan dan tidak aktif untuk hadir sehingga MDA tersebut menjadi sunyi, karena anak-anak lebih memilih bermain di luar,” tutur Yahya.

Persoalan ini tentunya tidak akan terjadi lagi, bila semua pengurus ranting yang telah dibentuk dan dilantik beserta seluruh elemen masyarakat yang ada di desa masing-masing, secara bersama memberikan perhatian pada MDA dan tidak hanya menjadi beban para guru yang mengajar saja.

Reporter: Hady/Editor: Nanang