PALU – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu kembali dikeluhkan masyarakat. Kali ini, keluhan terkait pelayanan di poli mencuat melalui media sosial.
Seorang warga melalui akun Facebook Ira Zea Purnama menyampaikan keluhannya mengenai lamanya waktu tunggu pasien untuk mendapatkan pelayanan medis di poli jantung.
Dalam unggahannya, Ira meminta pihak RSUD Undata melakukan perbaikan sistem pelayanan, khususnya di Poli Jantung. Ia juga menandai Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, agar dapat mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.
Dalam video yang diunggah, disebutkan bahwa hingga kini belum ada perubahan signifikan pada sistem pelayanan. Bahkan, terdapat pasien yang datang sejak pukul 03.00 Wita, namun hingga pukul 15.00 Wita belum juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, nomor antrean yang dipanggil dinilai tidak berurutan.
Keluhan tersebut menggambarkan kondisi ruang tunggu yang dipenuhi pasien, termasuk lanjut usia (lansia) dan pengguna kursi roda. Mereka harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Masyarakat berharap Wakil Gubernur Sulawesi Tengah bersama manajemen RSUD Undata dapat melakukan evaluasi terhadap sistem antrean dan pelayanan di Poli Jantung agar lebih tertib, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi pasien, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit jantung yang membutuhkan penanganan cepat.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan jajaran manajemen rumah sakit untuk melakukan evaluasi pelayanan.
“Segera saya sampaikan kepada Wakil Direktur Pelayanan. Memang pasien jantung sangat banyak setiap harinya, bisa mencapai lebih dari 400 pasien. Kalau dulu hanya sekitar 100 pasien, sekarang meningkat hampir tiga kali lipat. Terima kasih atas informasinya,” ujar Reny saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Menurut Reny, lonjakan jumlah pasien jantung menjadi salah satu tantangan yang dihadapi RSUD Undata sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Tengah. Peningkatan kunjungan pasien yang signifikan berdampak pada padatnya antrean pelayanan di sejumlah poli, terutama Poli Jantung.
“Tidak mungkin pasien dari jam 3 subuh itu. Sekarang pendaftaran online kecuali ada yang on-site. Undata sudah pake aplikasi SIMGOS jadi online semua. Malah poli jantung sudah dua dokter ahli yang jalan periksa. Tetapi akan kami tambah jadi tiga dokter ahli jantung,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

