Wabin Baginya Lapas Perempuan Palu Seperti Pesantren

oleh -
Penampilan kesenian Kelompok Samrah dari Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Kamis 11/11.Foto ; Ist

SIGI- Lut salah satu warga binaan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) perempuan Palu menyebut, selama menjalani masa hukuman, ia mendapat banyak pembinaan baik kerohanian, kemandirian maupun pembinaan lainnya. Sehingga baginya Lapas Perempuan Palu bagai pesantren baginya, bukan penjara.

Hal itu disampaikan Lut,usai menjadi pembaca ayat suci Alquran dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Palu, bertempat di Aula Lapas Perempuan Palu, Desa Maku, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (11/11).

Kegiatan ini sangat positif baginya dalam menjalani masa hukuman, apalagi bisa turut andil dengan membaca ayat suci Al-Qur’an. “Sangat senang, saya anggap ini sebagai pesantren untuk saya, bukan seperti penjara,” pungkasnya.

Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Palu ikut merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1143 H. Acara ini bertujuan untuk mempertebal keimanan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan seluruh pegawai Lapas Perempuan Palu.

Aktivitas ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari dua orang warga binaan, dilanjutkan dengan laporan Kepala Lapas Perempuan Palu, Nur Mustafida.

Menurut Kalapas Perempuan Palu, kegiatan ini menjadi salahsatu program pembinaan kerohanian untuk warga binaan.

“Aksi ini sebagai salahsatu program pembinaan kerohanian bagi WBP, semoga tauladan nabi Muhammad dapat dijadikan contoh seluruh kita yang hadir,” kata Nur Mustafida.

Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Perempuan Palu ini juga dirangkaikan dengan tausiyah agama, tentang kisah tauladan dari Rasulullah yang dibawakan oleh Ketua MUI Sigi, Habib Ali Hasan Aljufri.

Selain itu, penampilan kesenian sejumlah warga binaan juga ikut memeriahkan kegiatan di Lapas Perempuan Kelas III Palu.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG