DONGGALA, MAL – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Tadulako menemukan potensi alam yang cukup besar di Desa Pangalasiang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala,. Namun desa ini juga menghadapi tantangan lingkungan.
Temuan ini merupakan hasil penelitian lapangan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I yang mereka lakukan pada 31 Mei hingga 3 Juni 2026.
Penelitian Kelompok 8 mengkaji aspek geografi fisik dan sosial Desa Pangalasiang, meliputi geologi, geomorfologi, tanah, hidrologi, serta kondisi sosial masyarakat. Hasil studi menunjukkan bahwa bentang alam Pangalasiang beragam, dari pesisir, dataran rendah, hingga perbukitan. Keragaman ini menjadi modal pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, menunjukkan besarnya potensi alam Desa Pangalasiang.
Mamat, salah satu mahasiswa Kelompok 8, mengatakan bahwa kegiatan di lapangan memberi pengalaman langsung untuk memahami kondisi dan potensi wilayah.
“Desa Pangalasiang memiliki potensi alam yang cukup besar. Kondisi bentang alam, sumber daya lahan, dan potensi wilayah yang ada dapat menjadi modal penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” kata Mamat.
Aspek geologi Desa Pangalasiang menunjukkan keragaman dengan temuan tiga jenis batuan: marmer, gneis, dan granit. Keragaman geologi ini menambah daftar potensi alam Desa Pangalasiang.
Kajian geomorfologi mengungkap Desa Pangalasiang berada pada bentang lahan pesisir dan perbukitan fluvial denudasional. Observasi di beberapa titik menemukan lereng curam dengan indikasi erosi, yang bisa memengaruhi kondisi lahan jika tidak dikelola secara baik. Ini menjadi salah satu tantangan dalam mengelola potensi alam Desa Pangalasiang.
Kondisi tanah di Desa Pangalasiang tergolong baik untuk pertanian dan perkebunan, dengan tingkat keasaman netral dan tekstur beragam. Ini menunjang pertumbuhan komoditas unggulan dan memperkuat potensi alam Desa Pangalasiang di sektor agro.
Mayoritas warga Pangalasiang bergantung pada sektor perkebunan dan perikanan, dengan kelapa, cengkeh, dan pala sebagai komoditas utama.
Hasan Ibrahim, Kepala Dusun III Desa Pangalasiang, mengapresiasi penelitian mahasiswa.
“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah desa dalam melihat potensi yang dimiliki Pangalasiang,” kata Hasan Ibrahim.
Selain kekayaan alam, studi ini juga menemukan bahwa masyarakat Desa Pangalasiang masih mempertahankan nilai gotong royong, musyawarah, dan tradisi lokal. Modal sosial ini penting untuk mendukung pembangunan desa.
Rendra Zainal Maliki, Dosen pengampu mata kuliah PKL I, menjelaskan bahwa kegiatan lapangan penting untuk pembelajaran geografi.
“Melalui kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi potensi wilayah dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung,” kata Rendra Zainal Maliki.
Meskipun memiliki potensi alam yang besar, penelitian ini mencatat ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat Pangalasiang. Temuan ini diharapkan menjadi perhatian dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga.

