PALU — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah mulai mengerahkan tim pengawasan hewan kurban untuk memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai syariat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Dandy Alfita, mengatakan pengawasan mulai dilakukan sejak Senin (25/5) dengan menyasar sejumlah titik di Kecamatan Mantikulore, Palu Selatan, dan Palu Timur.

Pengawasan tersebut akan berlangsung hingga dua hari setelah proses penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.

“Tim pengawasan yang diterjunkan berjumlah 50 orang petugas teknis, di antaranya 10 dokter hewan,” ujar Dandy kepada media ini, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan dalam dua tahap, yakni ante mortem atau pemeriksaan saat hewan masih hidup dan post mortem setelah hewan disembelih.

Pada tahap ante mortem, petugas memastikan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat, cukup umur, tidak cacat, dan tidak kurus. Standar usia hewan kurban yang diperiksa yakni minimal dua tahun untuk sapi dan satu tahun untuk kambing.

Sementara pada pemeriksaan post mortem, tim memastikan kualitas daging dan organ dalam hewan aman, sehat, utuh, serta halal untuk dikonsumsi masyarakat.

“Organ seperti hati, jantung, limpa, dan paru-paru diperiksa untuk memastikan dalam kondisi normal serta tidak ditemukan parasit cacing maupun gangguan lainnya sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan, tim juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk memperoleh informasi terkait lokasi penyembelihan hewan kurban.

Pengawasan dilakukan di berbagai titik, mulai dari masjid, Rumah Potong Hewan (RPH), Tempat Pemotongan Hewan (TPH), kantor OPD, sekolah, hingga lokasi lain yang melaporkan kegiatan penyembelihan.

Menurut Dandy, keterlibatan tim provinsi dalam pengawasan di wilayah Kota Palu dilakukan karena tingginya jumlah titik penyembelihan serta keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.

“Tim provinsi membantu pengawasan di Kota Palu karena jumlah lokasi penyembelihan lebih banyak dibanding Kabupaten Sigi dan Donggala,” pungkasnya.