PALU, MAL – Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) memulai aksi penggalangan dana di Kota Palu sejak Minggu, 16 Agustus 2026, untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan penggalangan dana ini direncanakan berlangsung selama lima hari hingga 20 Agustus 2026, menyasar titik keramaian dan membuka donasi via transfer.
Aksi penggalangan dana tersebut dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari, yakni mulai pukul 16.00 WITA dan dilanjutkan pada pukul 20.00 WITA hingga selesai. Mahasiswa FORMIT menggalang dana di sejumlah lokasi ramai di Kota Palu, seperti lampu merah, pasar, dan taman kota.
Ketua FORMIT, Athif Muhyiddin Hishad, menyampaikan bahwa aksi ini didasari kepedulian terhadap masyarakat NTT yang menjadi korban bencana. Pengalaman masyarakat Sulawesi Tengah menghadapi bencana pada tahun 2018 menjadi dorongan bagi FORMIT untuk turut mengulurkan tangan.
“Yang melatar belakangi kami mengadakan penggalangan dana ini adalah melihat teman-teman kita, saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang ada di NTT kami tergerak untuk melakukan aksi penggalangan tersebut mengingat kondisi bencana yang mereka alami sangat butuh daripada uluran tangan dari kita, masyarakat Kota Palu,” kata Athif Muhyiddin Hishad.
Ia menambahkan, aksi penggalangan dana ini melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam FORMIT, termasuk mahasiswa asal NTT dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Prioritas bantuan yang dihimpun adalah logistik, namun FORMIT juga mempertimbangkan penyaluran pakaian layak pakai.
“Bantuan seperti apa yang diprioritaskan, kita ingin menyalurkan bantuan logistik. Kalau semisal mencapai sebesar 50 ke atas, kita berencana bisa membawa bantuan itu secara langsung ke keluarga-keluarga kita di NTT,” ujarnya.
FORMIT juga membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan Dinas Sosial dalam proses penyaluran bantuan. Selain penggalangan dana di titik keramaian, FORMIT menyediakan satu nomor rekening khusus bagi masyarakat yang ingin berdonasi melalui transfer.
Wakil Ketua FORMIT, Sahrum, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan target nominal dalam penggalangan dana ini. Menurutnya, seluruh hasil yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau banyak, alhamdulillah. Tetapi semua yang kita dapatkan itu, nominal berapa saja yang kita dapatkan itu kita salurkan,” kata Sahrum.
Sahrum turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Palu yang tidak hanya memberikan donasi berupa uang, tetapi juga menyumbangkan makanan dan pakaian untuk korban bencana di NTT.
Setelah aksi penggalangan dana berakhir pada 20 Agustus 2026, FORMIT akan menentukan mekanisme penyaluran bantuan lebih lanjut. Pihaknya berencana bekerja sama dengan lembaga sosial di Kota Palu atau Sulawesi Tengah sebelum menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak di NTT.
“Setelah aksi hari ini, langkah selanjutnya itu kita selesaikan dulu aksi kurang lebih lima hari ke depan itu. Setelah itu kita mencari, mungkin kita akan salurkan ke dana sosial terdekat Kota Palu, Sulteng. Nanti kita langsung cari aksi untuk bisa kita salurkan langsung,” jelas Sahrum.
