PALU – Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Pusat Palu, Sy. Saihun bin Abdillah Aljufri, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik dan akhlak dalam penentuan kelulusan siswa. Hal itu disampaikannya dalam arahan pada upacara dan pengarahan Ujian Akhir Perguruan dan Ujian Akhir Madrasah, Sabtu (25/4) pagi di halaman MTs Alkhairaat Pusat Palu.
Dalam sambutannya, Saihun menjelaskan bahwa sistem ujian saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Kelulusan peserta didik tidak lagi hanya ditentukan oleh nilai akademik semata, melainkan melalui keputusan bersama dewan guru yang mempertimbangkan berbagai aspek.
“Kelulusan bukan hanya berdasarkan nilai kognitif yang tinggi, tetapi juga penilaian akhlak dan karakter sehari-hari. Semua itu akan dibahas dalam rapat dewan guru,” ujarnya.
Ia menekankan, siswa dengan nilai akademik tinggi belum tentu dinyatakan lulus apabila dinilai memiliki kekurangan dalam sikap dan perilaku. Sebaliknya, karakter yang baik menjadi bagian penting dalam penilaian akhir oleh pihak sekolah.
Menurutnya, perubahan sistem ini sejalan dengan tidak diberlakukannya lagi ujian nasional seperti sebelumnya. Karena itu, para siswa diminta untuk mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan serta menjaga sikap selama proses ujian berlangsung.
“Tujuan pendidikan di Alkhairaat bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga yang berbudi pekerti, pekerja keras, dan berakhlakul karimah,” tambahnya.
Saihun juga mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga nama baik Alkhairaat dengan menunjukkan karakter yang baik serta ilmu yang bermanfaat di tengah masyarakat.
Kesempatan yang sama, Sekretaris Majelis Pendidikan Pengurus Besar Alkhairaat, HS. Ahmad Hadi Rumi, turut memberikan arahan kepada para peserta ujian. Ia menekankan pentingnya menjaga jati diri dan kedisiplinan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh bagaimana akhir dari proses yang dijalani. Oleh karena itu, para siswa diminta untuk menjadikan masa ujian sebagai momentum pembuktian diri.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kerapian dan kepatuhan terhadap aturan sekolah, baik bagi siswa laki-laki maupun perempuan. Mulai dari penampilan, kerapian rambut, hingga penggunaan atribut seperti peci bagi siswa laki-laki menjadi bagian dari kedisiplinan yang harus dijaga.
“Tidak perlu selalu disuruh, tetapi harus ada kesadaran diri untuk mengikuti aturan,” tegasnya.
Diketahui, Ujian Akhir Perguruan dan Ujian Akhir Madrasah di MTs Alkhairaat Pusat Palu diikuti sebanyak 209 peserta didik yang terbagi dalam 11 ruangan ujian.

