PALU – Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa), Dr. Muhammad Yasin, memberikan pembekalan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), angkatan ke-57, di Aula Fakultas Agama Islam (FAI), Sabtu (18/04).
Di hadapan mahasiswa KKN, rektor mengingatkan tantangan atau kekurangan Artificial Intelligence (AI) di zaman digitalisasi saat ini.
Kata dia, kecerdasan buatan, yang menawarkan berbagai manfaat transformatif dalam meningkatkan efisiensi dan inovasi tersebut juga membawa risiko serta kekurangan yang signifikan, khususnya kepada mahasiswa Unisa.
Rektor menjabarkan sejumlah tantangan penggunaan AI bagi mahasiswa, antara lain potensi hilangnya pekerjaan, otomatis dengan adanya kecerdasan buatan ini dapat menggantikan peran manusia, yang berpotensi meningkatkan angka pengangguran di sektor tertentu.
Rektor menekankan, kecerdasan buatan ini membuat mahasiswa kreativ, tidak lagi memiliki empati dan emosi yang tidak dapat dikendalikan, karena AI bekerja hanya berdasarkan pola data, tidak memiliki emosi, kreativitas, empati, atau pemahaman konteks sosial layaknya manusia.
”Ketergantungan pada AI dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, sehingga membuat manusia atau mahasiswa menjadi malas berpikir,” tegas Rektor.
Pada kesempatan itu, Rektor juga memberikan reward pada salah seorang mahasiswa bernama Wahyu Saputra, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), karena dinilai telah melakukan progres akademik selangkah lebih maju dari teman-temannya. Saat ini Wahyu sudah melaksanakan seminar proposal.
Rektor juga menyematkan rompi dan topi KKN pada perwakilan mahasiswa atas nama Idris dan Tiara sebagai tanda dimulainya KKN Tematik selama 45 hari di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk panitia.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ahsan Mardjudo, Ketua LPPM Dr Ir Iff’al, Ketua Senat Universitas Prof. Dr. Ir. Kasman Jaya dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. H. Abdul Aziz Tammauni.
Dr. Ahsan memberikan materi Falsafah KKN sementara Prof. Kasman memberikan materi Etika Kemasyarakatan.
Mahasiswa tahap akhir ini akan ditempatkan di sejumlah sekolah-sekolah Alkhairaat plus SMK 14 dan SMAN 6 kota Palu.

