SIGI – Masyarakat Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, melaksanakan Haul ke 58 pendiri Alkhairaat Sayid Idrus bin Salim Aljufri yang juga dikenal dengan sebutan Guru Tua, di Desa Balongga, Sabtu (19/4).

. Acara tersebut dihadiri langsung Ketua Utama Alkhairaat, Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri.

Ratusan masyarakat, memenuhi lapangan sepak bola Desa Balongga dan mendengarkan dengan khidmat amanah Ketua Utama Alkhairaat Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, serta manaqib yang disampaikan KH.Husen Habibu.

Ketua Utama Alkhairat, Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri di kesempatan itu menyampaikan pesan penting tentang kesabaran dan menjaga silaturahmi, dan dirinya juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang hadir dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Haul Guru Tua di Kecamatan Dolo Selatan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak terlepas dari kecintaan mendalam terhadap sosok ulama yang diperingati.

“Antusiasme masyarakat menunjukkan betapa besar kecintaan kepada sosok yang kita hauli saat ini. Karena ini lahir dari apa yang diketahui, dengar dan dirasakan tentang keteladanan Guru Tua,” ujarnya.

Habib Alwi juga mengajak jamaah untuk mengenal lebih dekat sosok Guru Tua yang dikenal memiliki kesabaran, kepedulian, dan semangat pengabdian tinggi.

Diceritakan, dalam kondisi sarana dan prasarana yang terbatas di masa lalu, beliau tetap berjuang menyampaikan dakwah dengan menempuh perjalanan berat demi menyebarkan ajaran agama.

“Guru Tua bahkan rela mengorbankan kenyamanan di usia lanjut demi memastikan pesan-pesan kebaikan sampai langsung kepada masyarakat,” kisahnya.

Peringatan Hau Guru Tua, juga dirangkaikan dengan halal bi halal yang menjadi ajang mempererat silaturahmi.

Dalam kesempatan itu, Habib Alwi mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, tentang pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan sebagai jalan memperoleh umur panjang dan rezeki yang lapang.

Ia juga menyampaikan kisah inspiratif dari masa Nabi Zakaria tentang seorang pemuda yang dipanjangkan usianya karena kembali menyambung silaturahmi dengan kerabatnya.

Lebih lanjut, Habib Alwi menekankan bahwa kesabaran merupakan kunci utama dalam meraih cita-cita dan menghadapi berbagai tantangan hidup, baik sebagai individu, pemimpin, maupun pendidik.

“Semakin besar kesabaran seseorang, semakin besar pula peluangnya untuk mencapai apa yang diinginkan,” jelasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kemudahan urusan, serta kesehatan seluruh hadirin.

Haul ini menjadi momentum penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, kesabaran, dan kepedulian sosial yang diwariskan oleh para ulama kepada generasi penerus.