PALU, MAL — Imbauan untuk melaksanakan Salat Istisqa menggema di tengah cuaca panas dan kondisi kemarau yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Di Sulawesi Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar menghadapi kemarau, perubahan iklim, serta potensi kebakaran.

Salat Istisqa merupakan salat sunnah muakkadah yang dikerjakan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama ketika terjadi kemarau panjang dan kekeringan.

Salat Istisqa telah dipraktikkan pada zaman Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat Istisqa sebanyak dua rakaat tanpa azan dan iqamah. Setelah itu, beliau menyampaikan khutbah dan berdoa kepada Allah SWT.

Salat Istisqa dilaksanakan pada siang hari, setelah matahari terbit hingga menjelang sore. Waktu pelaksanaannya seperti waktu pelaksanaan Salat Id, namun tidak dilakukan ketika matahari tepat berada di atas kepala atau menjelang terbenam.

Berikut tata cara Salat Istisqa:

1. Berkumpul di tanah lapang

Imam dan jamaah berkumpul di tempat terbuka untuk melaksanakan salat secara berjamaah. Pelaksanaan salat tidak didahului azan maupun iqamah.

2. Membaca niat

Salat Istisqa dikerjakan sebanyak dua rakaat. Niat dapat dibaca:

أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat salat sunnah Istisqa dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

3. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama

Setelah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan tujuh kali takbir pada rakaat pertama. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah dan surah lainnya.

4. Takbir lima kali pada rakaat kedua

Pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah dan surah lainnya. Selanjutnya salat dilaksanakan seperti biasa hingga rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan tahiyat akhir.

5. Salam

Setelah membaca tahiyat, tasyahud, dan shalawat, salat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

6. Khutbah dan doa

Setelah salat selesai, imam atau khatib menyampaikan dua khutbah. Materi khutbah dianjurkan mengajak jamaah untuk bertaubat, memperbanyak istighfar, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Pada bagian doa, khatib menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan dan memperbanyak permohonan agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat.

Di antara doa yang pernah dibaca Rasulullah SAW adalah:

اللهم اسقنا، اللهم اسقنا، اللهم اسقنا

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Ada pula doa:

اللهم اسق عبادك، وبهائمك، وانشر رحمتك، وأحيي بلدك الميت

“Ya Allah, berilah minum hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.”

Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim, doa tersebut juga dapat menjadi pengingat agar manusia menjaga lingkungan serta menggunakan air secara bijaksana.