JAKARTA — Kandidat Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat di Michigan, Abdul El-Sayed, mempertanyakan kebijakan perang Amerika Serikat terhadap Iran dalam perdebatan dengan pembawa acara Fox News Martha MacCallum.
El-Sayed mengatakan pemerintah Amerika perlu menjelaskan tujuan perang tersebut, siapa yang memperoleh manfaat, serta seberapa besar biaya yang harus ditanggung masyarakat Amerika.
Perdebatan itu berlangsung dalam program The Story with Martha MacCallum yang ditayangkan Fox News, Senin (5/10/2026), ketika persaingan perebutan kursi Senat Michigan memasuki fase akhir.
“Terorisme adalah salah, siapa pun yang melakukannya dan kepada siapa pun itu dilakukan. Kita harus memberantasnya,” kata El-Sayed.
Namun, setelah menegaskan sikap tersebut, El-Sayed mempertanyakan apakah perang yang dijalankan Amerika terhadap Iran benar-benar membuat masyarakat Amerika lebih aman.
“Apakah kita lebih aman karena perang di Irak? Apakah kita lebih aman karena perang di Iran?” ujarnya.
Menurut El-Sayed, Amerika perlu membedakan tindakan yang memang diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasional dengan keterlibatan dalam perang yang berkepanjangan.
MacCallum menantang pandangan tersebut dengan mengingatkan bahwa Iran telah menjadi ancaman serius di Timur Tengah. Ia juga menyinggung sejumlah serangan pada masa lalu yang menewaskan warga maupun personel Amerika.
El-Sayed kemudian membawa perdebatan pada persoalan program nuklir Iran. Ia berpendapat ancaman nuklir sebelumnya dapat dikendalikan melalui kesepakatan internasional sebelum Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan tersebut.
Perdebatan itu juga menyentuh dampak perang terhadap kehidupan masyarakat Amerika, khususnya persoalan ekonomi yang dirasakan warga Michigan.
El-Sayed mengatakan perang turut memberikan tekanan terhadap harga energi, kebutuhan pangan, dan belanja pemerintah. MacCallum kemudian menyanggah argumennya, terutama terkait kondisi pengiriman minyak melalui kawasan Teluk.
Keduanya beberapa kali saling memotong dalam perdebatan sebelum MacCallum mengarahkan wawancara pada pertanyaan berikutnya.
El-Sayed juga membandingkan perang Iran dengan pengalaman Amerika Serikat di Irak dan Afghanistan. Menurutnya, pengalaman tersebut semestinya menjadi bahan pertimbangan sebelum Amerika memperpanjang keterlibatan militernya.
MacCallum mengingatkan bahwa perang Afghanistan berlangsung setelah serangan 11 September yang menewaskan ribuan warga Amerika. El-Sayed mengatakan persoalan yang ia soroti bukan respons terhadap Afghanistan, melainkan keputusan Amerika kemudian memasuki perang Irak.
MacCallum menegaskan dirinya tidak sedang menyerukan perang baru. Menurutnya, persoalannya adalah bagaimana pemerintah Amerika melindungi keamanan nasional ketika ancaman terhadap kepentingan Amerika masih ada.
Perdebatan mengenai Iran tersebut berlangsung menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November 2026. El-Sayed menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam perebutan kursi Senat Michigan.
Di tengah persaingan tersebut, El-Sayed berusaha menghubungkan kebijakan luar negeri dengan persoalan yang langsung dirasakan pemilih, mulai dari harga energi hingga belanja pemerintah.
Pertanyaan yang terus ia dorong dalam perdebatan itu pada akhirnya sederhana: apakah perang membuat Amerika lebih aman, atau justru menambah beban yang harus ditanggung masyarakatnya?
