PALU, MAL – Kabupaten Parigi Moutong mencatat jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) tertinggi di Sulawesi Tengah pada 2025, berdasarkan rekapitulasi data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah.
Tim Kerja Data dan Teknologi Informasi (Datin) BKKBN Sulteng, Asyraf, mengatakan dari total 129.637 KRS di Sulawesi Tengah, sebanyak 23.558 keluarga berada di Kabupaten Parigi Moutong.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan 12 kabupaten/kota lainnya.
Setelah Parigi Moutong, jumlah KRS tertinggi tercatat di Donggala sebanyak 14.931 keluarga, Sigi 13.103 keluarga, Tolitoli 11.780 keluarga, Banggai 11.608 keluarga, dan Kota Palu 10.119 keluarga.
Sementara itu, jumlah KRS di kabupaten lainnya masing-masing Poso 6.390 keluarga, Morowali 5.838 keluarga, Buol 8.592 keluarga, Banggai Kepulauan 5.044 keluarga, Tojo Una-Una 8.356 keluarga, Banggai Laut 4.982 keluarga, dan Morowali Utara 5.336 keluarga.
Secara keseluruhan, BKKBN Sulteng mencatat terdapat 514.175 keluarga sasaran pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.499 keluarga belum teridentifikasi tingkat kesejahteraannya.
Selain tingginya jumlah KRS, persoalan lingkungan keluarga juga terlihat dari akses terhadap sumber air minum dan sanitasi layak.
Parigi Moutong kembali menjadi daerah dengan jumlah keluarga yang tidak memiliki sumber air minum utama layak tertinggi, yakni 5.478 keluarga. Disusul Sigi sebanyak 4.120 keluarga dan Donggala 2.806 keluarga.
Persoalan jamban layak juga cukup menonjol. Di Parigi Moutong tercatat 16.105 keluarga tidak memiliki jamban layak. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Sulawesi Tengah.
Setelah Parigi Moutong, jumlah keluarga yang tidak memiliki jamban layak tercatat di Donggala sebanyak 7.112 keluarga, Tolitoli 7.050 keluarga, Sigi 5.494 keluarga, Buol 5.452 keluarga, dan Tojo Una-Una 5.214 keluarga.
Secara keseluruhan, terdapat 66.851 keluarga di Sulawesi Tengah yang tercatat tidak memiliki jamban layak.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Parigi Moutong tidak hanya mencatat jumlah KRS tertinggi di Sulawesi Tengah, tetapi juga menghadapi persoalan akses sanitasi dan air minum layak yang cukup besar.
Di Parigi Moutong terdapat 70.013 keluarga sasaran. Dari jumlah tersebut, 23.558 keluarga atau sekitar 33,6 persen tercatat sebagai KRS.
Sementara itu, Kabupaten Donggala memiliki 50.374 keluarga sasaran dengan 14.931 keluarga atau sekitar 29,6 persen di antaranya masuk kategori KRS. Sigi memiliki 44.349 keluarga sasaran dengan 13.103 KRS atau sekitar 29,5 persen.**
