PALU, MAL — Pilu dialami Wiwik, seorang ibu yang baru saja menjalani operasi caesar persalinan di Rumah Sakit Nasanapura Petobo, Kecamatan Birobuli Selatan, Kota Palu.

Wiwik mengaku dirinya bersama bayinya belum dapat meninggalkan rumah sakit karena belum mampu melunasi biaya persalinan yang mencapai Rp11,3 juta.

Wiwik warga Jln Karajalemba mengatakan, dirinya mulai menjalani perawatan di RS Nasanapura sejak 19 Agustus 2026. Dua hari kemudian, tepatnya Jumat (21/8), ia melahirkan melalui operasi caesar.

Namun, setelah menjalani persalinan, persoalan biaya menjadi kendala. Menurut Wiwik, kepesertaan BPJS miliknya sudah tidak aktif selama sekitar satu tahun sehingga biaya persalinannya tidak dapat ditanggung BPJS.

“Kami sudah tanya program Berani Sehat (Program Pemprov Sulteng). Ternyata, program itu tidak berlaku di rumah sakit ini. Kami sudah mencoba mengurus BPJS pemerintah, tetapi katanya tidak bisa. Kami diminta membayar tunai Rp11.300.000, sementara uang yang terkumpul baru Rp 3 juta,” ujar Wiwik dengan suara terisak kepada media ini, Kamis (27/8).

Di tengah keterbatasan ekonomi, suaminya, Tino Raditia Ananda, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir panggilan, kini berupaya mencari pinjaman kepada teman-temannya untuk memenuhi biaya tersebut.

Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Saya hanya minta perhatian dari pemerintah yang punya program Berani Sehat. Supaya saya dan bayi saya bisa dikeluarkan dari Rumah Sakit Nasanapura,” pintanya.

Kondisi tersebut semakin membuat Wiwik terpukul. Ia mengaku hingga saat ini belum dapat bertemu bayinya secara bebas.

“Saya sampai saat ini tidak dipertemukan dengan bayi saya. Nanti saat jam menyusui baru saya bisa bertemu,” tuturnya dengan nada pilu.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido.

Wagub mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengecek langsung informasi mengenai ibu dan bayi tersebut yang disebut masih tertahan di RS Nasanapura akibat persoalan biaya.

“Kami akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mengecek keberadaan ibu dan bayi tersebut,” kata Reny.

Wagub juga mengimbau masyarakat agar memastikan terlebih dahulu rumah sakit yang bekerja sama dengan program Berani Sehat sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan, sehingga tidak mengalami kendala dalam pembiayaan.