MAKKAH – Petugas penyelenggara ibadah haji mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi prosedur keselamatan selama pelaksanaan wukuf di Arafah menyusul suhu udara yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius hingga lebih dari 47 derajat Celsius pada siang hari.

Pemerintah Arab Saudi, melalui rilisnya kepada media ini, Selasa (26/5) menyampaikan, pemerintah setempat menerapkan pembatasan aktivitas luar tenda guna, mencegah kasus heatstroke atau sengatan panas yang berisiko mengancam keselamatan jemaah.

Jemaah diminta tetap berada di dalam tenda, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat yang menjadi periode suhu terpanas di kawasan Arafah.

Petugas kesehatan haji mengingatkan jemaah agar tidak menunggu haus untuk minum. Konsumsi air mineral maupun air Zamzam dianjurkan dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga jam guna menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.

Selain itu, jemaah juga diminta menggunakan pakaian longgar yang mudah menyerap keringat serta memakai pelindung seperti payung, penutup kepala, dan alas kaki apabila terpaksa keluar tenda karena kondisi darurat.

Upaya pendinginan tubuh mandiri juga dianjurkan dengan menggunakan kompres dingin atau handuk basah pada bagian leher, ketiak, dan lipatan paha untuk membantu menurunkan suhu tubuh lebih cepat.

Petugas kesehatan mengimbau jemaah segera beristirahat apabila mengalami gejala seperti pusing, lemas, sakit kepala, atau pandangan kabur. Jika kondisi memburuk dan suhu tubuh meningkat, jemaah diminta segera menghubungi layanan darurat 911 atau petugas kesehatan terdekat.

Untuk mendukung penanganan kesehatan selama puncak ibadah haji, layanan medis disiagakan mulai dari pos kesehatan satelit, pos utama, hingga rumah sakit rujukan. Ambulans juga disiapkan untuk proses evakuasi jemaah yang mengalami kondisi darurat.

Pemantauan kesehatan jemaah turut diperkuat melalui pemanfaatan teknologi telemedicine, kecerdasan buatan, dan drone di kawasan Arafah dan Mina.

Sementara itu, jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi mendapat perhatian khusus melalui pendampingan serta layanan safari wukuf guna mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas ekstrem.

Petugas kembali mengingatkan bahwa langkah utama mencegah heatstroke saat wukuf adalah membatasi aktivitas di luar tenda pada jam terik, memperbanyak konsumsi cairan, dan mengenali gejala gangguan panas sejak dini. *