Semua Sekolah di Palu Siap Pembelajaran Tatap Muka, Senin Lusa

oleh -
MA Alkhairaat Pusat Uji Coba PTMT. FOTO: IST

PALU- Kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai dilakukan secara bertahap, Senin (18/10) pekan depan. Hal ini untuk kembali meningkatkan kualitas belajar agar maksimal dan lebih terukur hasilnya. Semua sekolah pun dinyatakan siap untuk melaksanakan PTM tersebut.

“PTM ini sudah dinanti-nantikan murid serta para orang tua wali beberapa bulan waktu lalu terus mengalami penundaan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Palu, Hafid, di Palu, Sabtu (16/10).

Ia mengatakan, Alhamdulillah dengan keluarnya Instruksi Menteri dalam negeri nomor 48 tahun 2021, pada 4 Oktober 2021, untuk Kota Palu sudah masuk wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Maka sesuai instruksi Mendagri tersebut, sekolah-sekolah akan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.

Dia menyebutkan, untuk sekolah taman kanak-kanak 30 persen, sedangkan bagi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) 50 persen, dari jumlah siswa yang ada.

“Mekanismenya 50 persen luring dan 50 persennya dalam jaringan (daring) akan digulir secara bergantian setiap harinya,” ujarnya.

Protokol kesehatan, mulai dari masuk sudah disimulasikan. Contoh untuk SMP masuknya tiap 30 menit agar tidak terjadi kerumunan, tidak masuk bersamaan. Pukul 07.30 WITA kelas VII A , pukul 08.00 WITA kelas VII A , pukul 08.30 WITA kelas IX A.

“Khusus SMP diprioritaskan yang telah divaksin, sebab standar umur vaksin 12 tahun keatas,” katanya.

Ia mengatakan lagi, untuk SMP capaian vaksinasi sudah ada sampai 60 persen keatas contoh SMPN 1 Palu, SMP Labschool dan SMP Karunadipa.

“Sebab selain program vaksinasi Dinas Kesehatan dan Puskesmas , ada juga vaksinasi mandiri diinisiatif orangtua walimurid,” katanya.

Pada dasarnya ujar dia, semua sekolah sudah siap mulai dari penyediaan masker, peralatan cuci tangan, handsanitizer, pengukur suhu tubuh dan sebagainya.

“Dalam surat edaran pengukur suhu tubuh maksimal 36-37 derajat, lewat dari itu akan melalui pemeriksaan,” sebutnya.

Untuk itu, imbuhnya, pihak sekolah akan mengaktifkan unit kesehatan sekolah (UKS) dan bersinergi serta berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat.

“Kami juga akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Reporter: Ikram