SIGI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tora Belo telah menampung sebanyak 14 pasien, pasca musibah bencana gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Selasa 16 Juni 2026 kemarin, yang menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum rumah ibadah rusak.
Direktur RSUD Tora Belo dr.Diah Ratnaningsih melalui Bagian manajemen Humas RSUD Tora Belo Aminudin Beta Rabu (17/06) mengatakan, pasca bencana yang dirasakan di wilayah Sigi pihaknya membuka ruang dan melakukan penanganan cepat terhadap pasien yang tedampak musibah gempa.
“Sampai tadi malam pasien yang masuk di RSUD Tora Belo sebanyak 14 orang dan langsung ditangani perawatan, dan rata–rata pasien mengalami luka berat dan sedang,” ujarnya.
Lanjut Aminuddin bahwa, data terakhir pasien yang ditangani korban gempa yang dirawat di IGD ada 13 orang, 7 di antaranya mengalami luka berat pada bagian kepala dan patah tulang, sisanya mengalami luka sedang. Dari ke 7 korban luka berat tersebut ada 2 pasien di antaranya akan dilakukan tindakan operasi.
“Pasien yang dirawat banyak berasal dari Desa Kamarora Kecamatan Noki Lalaki, ada juga dari Lembantongoa, Desa Bora, Makmur dan Desa Soulowe,” terangnya.
Sampai tadi malam lanjut dia, Direktur Rumah Sakit dr Diah bersama Kabag Tata Usaha dr.Azni Malatantri Lamadjido dan tenaga medis lainnya terus memantau perkembangan pasien yang tengah dirawat, serta menunggu informasi bila ada korban lain yang akan dibawa ke RSUD Tora Belo.
“Intinya kami dari pihak RSUD Tora Belo siap menampung dan memberi pelayanan pada pasien yang terdampak bencana, dan sini juga pihaknya juga telah membangun tenda darurat,” tutupnya.

